BEKASI, INDONEWS – Acara pemuda yang difasilitasi Dispora (Dinas Kepemudaan dan Olahraga) Kota Bekasi bertema Festival Pemuda Bekasi Berbasis Inovatif Kreatif diadakan berbarengan dengan car free day, Minggu (27/8/2023).
Ketua Umum Forum Remaja dan Mahasiswa Bekasi (Formasi), Bang Jimmy mengatakan, kegiatan tersebut tidak melibatkan pemuda secara eksplisit dan bukan dijadikan sebagai pelaku. Padahal judulnya festival untuk pemuda dalam agent of change perubahan di lingkungan.
“Nyatanya teman-teman hanya dijadikan peserta, tidak dilibatkan pada konsep. Kedua, adanya polemik akibat akses dari ketidakprofesional dari dinas pemuda dan olahraga dalam melakukan pagelaran acara tersebut, termasuk tidak adanya transparansi anggaran yang nilainya Rp 2,2 miliar,” papar Bang Jimmy.
Festival Pemuda Bekasi berbasis inovatif kreatif yang berdampak terhadap lingkungan hidup, konon ada workshop, power bank, namun tidak disebutkan, baik kegiatann dan item kegiatannya.
“Makanya timbul ketidakprofesional. Masalah yang ada hari ini sedang dibahas, cara ini terburu-buru atau atau dilakukan hanya berbasis anggaran, artinya dilaksanakan hanya untuk menghabiskan anggaran saja,” ujarnya
Menurutnya, output untuk pemuda tidak ada karena hanya sebagai peserta. “Harusnya ada output yang jelas karena anggaran ini lumayan besar, Rp2,2 miliar, ini harus bertanggung jawabkan secara ekspresif detail,” paparnya.
“Harapan saya kedepan, pemerintah sebagai falisator atau menurut undang-undang pemerintah bertanggung jawab membina teman-teman pemuda yang di wilayahnya masing-masing, itu amanat dari Undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang kepemudaan, bahwasanya pemerintah harus bertanggung jawab dalam membina pemuda di wilayahnya masing-masing,” tandasnya. (Supri)




























Comments