0

BOGOR, INDONEWS Bursa pencalonan kepala desa di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor mulai ramai diperbincangkan masyarakat.

Hampir seluruh desa di kecematan tersebut akan menggelar pesta demokrasi untuk menentukan pemimpin desa selanjutnya.

Salah satu desa yang tengah menjadi sorotan adalah Desa Tugu Jaya. Hal ini tidak lepas dari munculnya sosok Empud, yang akrab disapa Bah Abing.

Ia dikenal sebagai tokoh yang dekat dengan masyarakat, baik dari kalangan muda maupun tua.

Kedekatan Bah Abing dengan warga membuatnya mendapat julukan istimewa. Bahkan, sebagian masyarakat menyebutnya “Abah Aing”, sebagai bentuk kedekatan emosional.

“Iya, kalau Bah Abing maju jadi calon kepala desa, nanti kita panggil saja Abah Aing, jangan pak kades,” ujar salah satu warga.

Saat ditemui di kediamannya pada Selasa (28/4/2026), Bah Abing mengungkapkan niatnya untuk maju sebagai bakal calon Kepala Desa Tugu Jaya.

Ia menyebut dorongan dari berbagai tokoh masyarakat serta dukungan penuh dari keluarga menjadi alasan utama.

“Saya berniat menjadi bacalon Kepala Desa Tugu Jaya karena dorongan dari beberapa tokoh, dan juga sudah mendapat restu dari istri, anak, serta keluarga besar. Itu yang membuat saya semakin yakin,” katanya.

BACA JUGA :  Usai Berseteru Dengan Kadesnya, Yuli Rosita Sampaikan Permohonan Maaf

Ia juga menambahkan bahwa dirinya kini mulai aktif melakukan konsolidasi dengan masyarakat.

Hal ini dilakukan mengingat kemungkinan adanya pesaing yang lebih berpengalaman dan telah memiliki basis pendukung.

“Tekad saya sudah bulat. Saya sadar akan ada lawan yang mungkin lebih berpengalaman, jadi saya harus lebih intens turun ke masyarakat, apalagi saya masih tergolong baru dalam bursa pencalonan,” jelasnya.

Meski demikian, Bah Abing mengaku bersyukur karena respon masyarakat sejauh ini sangat positif. Banyak warga yang menyatakan siap memberikan dukungan.

“Alhamdulillah, dari berbagai kalangan sudah banyak yang siap mendukung. Bahkan ada yang bilang, ‘Bah Abing Abah Aing pasti didukung ku aing’” pungkasnya. (Rds)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Wajah Desa