0

BOGOR, INDONEWS – Presedium Bogor Timur adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tradisional yang digagas dan dibentuk para aktivis sosial dan Rakyat Bogor Timur, sebagai wadah masyarakat untuk menuangkan aspirasi dan gagasan guna mendorong Pemekaran Bogor Timur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tapi saat ini, banyak yang bertanya tentang nasib perjuangan lembaga tersebut. Pasalnya ketua dan sebagian pengurusnya sibuk dengan urusan pencalonan diri. Mereka yang saat ini sedang nyaleg yang dikhawatirkan perjuangan yang selama ini sudah dijalankan jadi terbengkalai.

“Intinya sih kalau mau berjuang untuk kepentingan masyarakat Bogor Timur seharusnya elite presidium Botim Netral,” kata salah satu tokoh di Bogor Timur, M. Yani.

Dirinya juga menyayangkan Pengurus Presedium Bogor Timur tergoda dengan politik.

“Dan sangat disayangkan kalau pengurus dan elite presidium Botim tergoda ingin jadi anggota dewan yang terhormat, karena dinamika di masyarakat preperensi pilihannya berbeda-beda gitu,” ucapnya.

Menurutnya, perjuangan pemekaran Bogor Timur jika ingin dilanjutkan pemimpinnya harus netral.

“Kalau mau diteruskan harus dipimpin yang netral dan kembalikan kepada marwah perjuangan awal,” katanya.

BACA JUGA :  Mantap! Pelayanan Publik Tahun 2022 Kabupaten Bogor Meningkat ke Kategori B

Di tempat terpisah, Ketua Presedium Bogor Timur, Nafizul Alhafiz Rana menyampaikan jangan khawatir perjuangan tersebut tetap berjalan dan tidak terganggu dengan pencalegan dirinya.

“Perjuangan Bogor Timur Alhamdulillah jalan terus. Kita tinggal menunggu dicabut moratorium oleh pemerintah pusat saja. Lagian dari seluruh pengurus DPP Presedium Bogor Timur paling sekitar 2% yang nyaleg, 98% nya enggak nyaleg,” katanya.

“Jadi biasa saja dan ini juga akan hanya sampai dengan bulan Februari, event 5 tahunan. Justru teman-teman yang nyaleg itu berjuang manakala mereka terpilih komitmen dengan perjuangan Bogor Timur dengan kapasitas anggota DPR sebagai wakil rakyat mereka harus bersuara yang asli mereka akan menyuarakan pemekaran di parlemen tentu dengan kapasitas yang bertambah sesuai dengan jabatan masing-masing diharapkan bisa menjadi penyambung lidah ataupun mempunyai daya dobrak yang kuat terkait perjuangan pemekaran Bogor Timur Jadi tidak ada urgensinya ya tetap perjuangan tetap berjalan,” jelasnya, Kamis (9/11/2023).

Disingung soal kekhawatiran masyarakat tentang perjuangan yang sudah dijalankan oleh Presedium terbengkalai Alhafiz menegaskan jangan khawatir tetap semangat berjuang karena pengurus masih banyak.

BACA JUGA :  Agen Miras di Bogor Digeruduk Satpol PP

“Kalau terkait itu jangan khawatir ya, masyarakat Bogor Timur ada 1,3 juta pengurus Presedium juga ada 55 orang, kan nggak mungkin hanya bergantung kepada saya seorang, masih ada Sekjen masih ada ketua ketua dan lain-lain kalaupun saya cuti 3 bulan ini tidak akan berpengaruh artinya perjuangan jalan terus,” tegasnya.

Dirinya juga menuturkan bahwa banyak contoh lain yang sedang menjabat dan ikut kontestasi pemilu 2024 ini tidak terganggu.

“Menkopolhukam saja itu tidak terbengkalai itu walaupun dia nyalon wapres tetep saja dia jadi menteri, masih banyak lagi pejabat-pejabat yang masih jadi menteri ya ikut kontestasi baik itu Pileg ataupun pilpres,” tutupnya. (Firm)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor