0

BOGOR, INDONEWS | Jumlah penduduk negara Indonesia setiap tahunnya mengalami kenaikan. Begitu pula Kabupaten Bogor yang berjumlah lebih dari 5,6 juta, selalu bertambah 10.000-20.000 orang pertahu tahun sejak tahun 2020 lalu dan tersebar di 40 kecamatan, 19 kelurahan, dan 416 desa.

Demikian obrolan pembuka antara dua tokoh relawan, Aref P. Suwendi dan Jonny Sirait saat berjumpa di Warung Kopi Bogor Kapayoen yang letaknya bergeser ke arah barat Pemkab Bogor.

“Kita perlu bertindak demi masa depan Bumi Tegar Beriman, Lae. Kondusifitas dan kenyamanan masyarakat Kabupaten Bogor tahun 2023 lalu masih ‘rawan’ karena masih ada 1.881 perkara tindak pidana kriminal dan 229 perkara narkoba, yang naik 33,9% di tahun 2022 lalu. Tapi semoga di tahun 2024-2029 mendatang tidak ada lagi kasus kasus seperti ini juga kasus-kasus terkait disharmoni beragama,” ungkap Arief, sembari menyeruput kopi kesukaannya, Jumat (2/8).

Ia kemudian ‘menyeret’ nama Ade Ruhandi atau Jaro Ade, yang menurutnya kentara faham bagaimana semua ini dimulai dari penguatan di tingkat desa sebagai prioritas melalui para 416 kades dan perangkatnya, juga peran besar dari FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama).

BACA JUGA :  Drama Nasional di Panggung Bencana Aceh

“Dia (Jaro Ade) karirnya kan dari desa Kanda. Semua sudah dimulai lama oleh Kang Jaro sehingga kedepan tinggal dipoles lagi, disempurnakan,” timpal Jonny kepada Arief, seraya menunjukan  re-design warkop yang tampak bernuansa pantai.

Keduanya beberapa waktu lalu juga membahas soal jargon Kapayoen (dibaca; Kapayun). Singkatan dari Kapayoen sendiri yakni KA-adilan, PAgeuh & nYOENda , dimana KA-adilan adalah tentang bagaimana mewujudkan Keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Bogor di tahun 2024-2029, baik tentang keadilan pelayanan publik (askes, pendidikan, pekerjaan dan laiinnya) juga Keadilan mendapatkan perlindungan hukum kepada para kepala desa dan perangkatanya yang mungkin terlupakan selama ini.

“Adapun PAGEUH ini sederhananya, dalam konsep saya dan Lae Jonny, terkait tentang kerukunan umat beragama sekaligus dalam  memperkecil tindak kriminalitas di Kabupaten Bogor tahun 2024-2029 mendatang. Salah satunya memberikan apresiasi besar atas  peran serta para kades dan FKUB yang merupakan satu kesatuan akan hal ini yang tidak bisa saling terpisahkan,” demikian Arief menjelaskan.

Lantas, Jonny menyodorkan menu barunya, yaitu singkong rebus rasa strawberry. Arief diminta untuk mencoba atau test-food.

“Ini rasanya cukup aneh, tapi nikmat,” ucap Arief, yang kemudian manggut-manggut  tanda setuju dengan menu tersebut.

BACA JUGA :  Kritik Framing Negatif Atas Pesantren Sebuah Kekeliruan Paradigma

Sembari sibuk dengan kopi dan hidangan yang ada, keduanya juga terdengar mengupas Presiden Jokowi yang kerap memuji kinerja dan peran serta FKUB di seluruh tanah air, termasuk saat menerima perwakilan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) FKUB di Istana Negara waktu lalu.

Saat itu, Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih atas andil FKUB  di seluruh Indonesia yang telah bersama pemerintah menjaga kerukunan, persaudaraan, dan persatuan bangsa Indonesia.

Termasuk sebelum dan sesudah proses pilpres maupun pilkada di mana saja berada juga tindakan masyarakat agar tidak berbenturan dengan hukum.

“Hal terpenting dalam membangun bangsa dan daerah, harus didasari dengan nilai-nilai kebersamaan, persatuan dan kesatuan yang melekat dan kuat, Pageuh. Tindak kriminalitas, narkoba dan disharmoni umat beragama adalah musuh bersama kita semua juga para kades dan FKUB. Dan ini sudah menjadi atensi Kang Jaro Ade sejak lama dan perlu dimaksimalkan di tahun 2024-2029 mendatang Kanda Arief,” ulas Jonny.

Pembicaraan keduanya terhenti karena hujan gerimis, sehingga mereka bergeser ke dalam warkop.

Mereka ngalor ngidul lagi. Termasuk tentang telah ditetapkannya tanggal 15 Januari sebagai Hari Desa oleh Presiden Jokowi  sebagaimana Kepres Nomor 23 Tahun 2024.

BACA JUGA :  Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bireuen Berupaya Cerdaskan Anak Bangsa

Keduanya terdengan sepakat, penetapan ini dilakukan dalam  memperkuat peran desa sebagai unsur pemerintahan terdepan dan terdekat dengan masyarakat dalam menjaga NKRI juga di Kabupaten Bogor agar semakin kondusif.

“Bahkan ini akan menambah semangat kerja para kades dan perangkatanya di Kabupaten Bogor Kanda,” ucap Jonny, menatap Arief.

“Betul! Di satu sisi, kedepan kita akan mendorong Kang Jaro Ade  untuk ikut memperjuangkan kenaikan dana desa di APBN hingga 10% sebagaimana ini kini menjadi tuntutan para Kades seluruh Indonesia,” sambung Arief.

Pembicaraan terputus kembali. Kali ini bukan karena gerimis, namun karena datang dua orang mandor proyek yang akan merenovasi Warkop.

“Saya tidak habis paham, bagaimana bisa Adinda Jonny memperkerjakan proyek renovasi ini dengan 2 orang mandor, perempuan pula. Kalau nggak salah, yang satu bernama Zetha dan yang satunya Amoy. Keduanya mahasiswi pariwisata, tapi mengapa  dijadikan ‘mandor proyek,” bisik Arief kepada awak media yang sedari tadi menyimak obrolan dua sabahat tersebut. ***

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Opini