0

Hadiri Penutupan MTQ ke-13 Antar Dayah


BIREUEN, INDONEWS | Bupati Bireuen, H. Mukhlis ST, menghadiri malam penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-13 antar Dayah se-Kabupaten Bireuen dan lomba antar santri YPI Darussa’adah, Desa Cot Tarom, Kecamatan Jeumpa, Rabu (3/9/2025).

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar sejak 20 Agustus hingga 3 September 2024.

MTQ tahun ini diikuti oleh sembilan dayah dari berbagai wilayah di Kabupaten Bireuen.

Penutupan ditandai dengan penyerahan hadiah kepada para juara dari berbagai cabang perlombaan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut di antaranya Abon Cot Tarom, Tgk. Muhammad Ishak; Kepala Dinas Badan Dayah, Anwar; Kepala Dinas Syariat Islam, Dr. Jufliwan, S.H., M.M.; Camat Jeumpa; tokoh agama; orang tua santri; serta tamu undangan lainnya.

Ketua panitia, Tgk. Asrin, menyampaikan bahwa MTQ ini telah menjadi agenda tahunan dalam menyambut Maulid Nabi. Ia berharap ke depan, kualitas dan jumlah peserta terus meningkat.

“MTQ bukan sekadar perlombaan, tapi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antar dayah dan memperkuat pemahaman nilai-nilai Islam di kalangan santri,” ujarnya.

BACA JUGA :  Cot Laga Sawa Tuan Rumah GAPIT 2025

Sementara itu, Abon Cot Tarom dalam sambutannya menekankan bahwa ajang ini merupakan media pendidikan akhlak dan silaturahmi.

“Juara atau tidak, kalian tetap harus terus belajar. Kalian adalah generasi penerus yang akan menyebarkan syiar Islam ke masyarakat,” pesannya.

Mukhlis dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, guru, dan masyarakat yang telah menyukseskan kegiatan ini.

Ia menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti MTQ bukan hanya bersifat seremonial, tetapi juga merupakan bentuk kecintaan generasi muda terhadap Rasulullah SAW.

“Peringatan hari besar Islam harus menjadi momen untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membentuk karakter generasi muda,” ujar bupati.

Ia juga menekankan pentingnya menanamkan nilai kasih sayang, kejujuran, dan semangat persaudaraan sebagai modal sosial dalam menghadapi tantangan zaman.

“Kita harus menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, dan membangun daerah yang religius serta berdaya saing tinggi,” tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari upaya memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah.

BACA JUGA :  Terkait Permintaan Jaringan Air Bersih di Wisata Pantai Ujung Sekee, PDAM “No Komen”

“Rasulullah adalah rahmatan lil ‘alamin. Meneladani akhlak beliau adalah kunci membangun masyarakat yang damai, beradab, dan penuh berkah,” tutupnya. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.