0

Serukan Keadilan untuk Anak Bangsa

BIREUEN, INDONEWSIsak tangis pecah di sebuah rumah sederhana di Kecamatan Samalanga.

Di tempat itulah seorang bocah perempuan berinisial SN (8) harus menanggung luka batin yang begitu dalam akibat dugaan tindak pelecehan seksual yang dialaminya pada akhir Desember 2025 lalu.

Tragedi memilukan ini tidak hanya meninggalkan trauma bagi korban dan keluarganya, tetapi juga menggugah nurani banyak pihak untuk bersuara dan bergerak demi keadilan.

Empati mendalam datang dari Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, S.H., yang akrab disapa Edi Obama. Sebagai figur yang dikenal aktif dalam kegiatan kemanusiaan, ia tidak sekadar menyampaikan simpati dari jauh.

Edi Obama turun langsung bersama jajaran PMI, termasuk Ketua Ranting PMI Samalanga Faisal Rizal, S.H., untuk mengunjungi kediaman korban pada Minggu (15/3/2026).

Pertemuan Penuh Haru di Rumah Korban

Kehadiran rombongan PMI Bireuen disambut haru oleh keluarga korban, Keuchik, serta aparatur desa setempat. Suasana menjadi semakin emosional ketika ibu korban menceritakan kronologi peristiwa tragis yang menimpa anaknya.

BACA JUGA :  Oknum Kadus Diduga Aktor Dibalik Penambangan Ilegal di Perairan Batu Hitam

Tangis pecah di ruangan sederhana itu, menggambarkan betapa berat beban yang harus dipikul keluarga kecil tersebut.

Melihat langsung kondisi korban dan mendengar kesedihan sang ibu, Edi Obama tampak terpukul. Dengan penuh empati, ia memeluk keluarga korban sebagai bentuk dukungan moral sekaligus menyampaikan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi cobaan berat ini.

Sebagai wujud kepedulian nyata, Edi Obama menyerahkan santunan kepada keluarga korban. Penyerahan bantuan tersebut disaksikan oleh Ketua Ranting PMI Samalanga, Faisal Rizal, S.H., serta perangkat desa setempat sebagai simbol solidaritas dan kepedulian kemanusiaan.

Komitmen Mengawal Keadilan bagi Anak

Dalam kesempatan tersebut, Edi Saputra, S.H. menegaskan bahwa kekerasan seksual terhadap anak merupakan kejahatan serius yang tidak hanya melukai tubuh, tetapi juga merampas masa depan seorang anak.

“Peristiwa yang dialami ananda SN adalah kejahatan yang sangat keji dan tidak dapat ditoleransi oleh nurani kemanusiaan. Anak-anak adalah amanah yang harus kita lindungi bersama. Saya hadir di sini untuk memastikan keluarga korban tidak berjuang sendirian dalam menuntut keadilan,” tegas Edi Obama dengan nada penuh kepedulian.

BACA JUGA :  Anggota Polres Tubaba Diberi Pencerahan Agama, Ini Tujuannya

Ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti laporan keluarga korban yang telah tercatat di Polres Bireuen dengan nomor STTLP/61/III/2026/SPKT/POLRES BIREUEN/POLDA ACEH tertanggal 2 Maret 2026, terkait dugaan pelaku berinisial MY.

Siap Surati Polda Aceh

Sebagai advokat sekaligus Ketua PMI Bireuen, Edi Obama menyatakan komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak merupakan amanat undang-undang sekaligus tanggung jawab moral seluruh elemen masyarakat.

Jika proses penanganan perkara berjalan lambat, ia menegaskan tidak akan ragu mengambil langkah lebih lanjut dengan menyurati Polda Aceh agar kasus tersebut mendapat perhatian serius.

“Kita tidak boleh membiarkan air mata korban dan ibunya mengalir tanpa kepastian hukum. Keadilan harus ditegakkan agar tidak ada lagi anak-anak lain yang mengalami penderitaan serupa,” tegasnya.

Di akhir kunjungannya, Edi Obama menyampaikan sebuah pesan moral yang menggugah:

“Anak adalah masa depan bangsa. Ketika satu anak terluka oleh kejahatan, maka sesungguhnya nurani kemanusiaan kita sedang diuji. Keadilan yang ditegakkan hari ini adalah perlindungan bagi generasi esok.”

BACA JUGA :  Pj. Gubernur Aceh Berharap ISBI Ciptakan Kebudayaan Dalam Keseharian

“Air mata seorang anak tidak boleh menjadi cerita yang dilupakan. Ia harus menjadi alasan bagi kita semua untuk berdiri, bersuara, dan memperjuangkan keadilan.” (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.