0

BIREUEN, INDONEWSKepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Dr. Muslim, secara resmi membuka kegiatan Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SMP tahun 2026 yang berlangsung di aula dinas setempat, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan FLS3N tingkat SMP ini dilaksanakan selama dua hari, mulai 21 hingga 22 Mei 2026, mengusung tema “Menumbuhkan Karakter Bangsa melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya.”

Tema tersebut menjadi semangat bersama dalam membangun generasi muda yang kreatif, berprestasi, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa.

Dalam sambutannya, Kadisdikbud Bireuen yang didampingi Kabid Pembinaan SMP, Azhari, menyampaikan bahwa kegiatan FLS3N tahun ini diikuti sebanyak 140 peserta dari 28 sekolah tingkat SMP di Kabupaten Bireuen.

Adapun cabang lomba yang dipertandingkan meliputi ilustrasi dengan 12 peserta, menyanyi solo 23 peserta, kreativitas musik tradisional 15 peserta, ansambel campuran 12 peserta, tari kreasi 30 peserta, pantomim 16 peserta, mendongeng 10 peserta, serta menulis cerita sebanyak 22 peserta.

Dr Muslim menjelaskan, kegiatan FLS3N bertujuan memberikan ruang dan wadah bagi peserta didik untuk mengekspresikan diri, menampilkan karya kreatif dan inovatif sesuai minat, bakat, serta kemampuan mereka di bidang seni dan sastra.

BACA JUGA :  12 Siswa UPTD SDN 16 Peusangan Ikuti ANBK 2025

Selain itu, FLS3N juga menjadi sarana untuk menemukan, menjaring, dan membina talenta-talenta muda Indonesia sejak dini agar mampu berkembang secara optimal dan siap berkompetisi di tingkat kabupaten, provinsi, nasional hingga internasional.

“Melalui seni dan sastra, kita tidak hanya melahirkan siswa yang cerdas, tetapi juga generasi yang berkarakter, berbudaya, dan memiliki kecintaan terhadap tanah air. Sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai seni, budaya, dan sejarahnya,” ujar Dr. Muslim.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam menanamkan apresiasi siswa terhadap seni dan sastra, khususnya nilai-nilai tradisi yang berakar pada budaya bangsa, sehingga mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air dan menghargai keberagaman budaya Indonesia.

Menurutnya, FLS3N bukan sekadar ajang perlombaan untuk mencari juara, melainkan sebuah investasi strategis jangka panjang pemerintah dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia yang unggul, berdaya saing, berkarakter, dan tetap berakar pada budaya bangsa.

Sementara itu, Ketua Panitia FLS3N menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kepala sekolah serta peserta yang telah mendukung dan mengikuti kegiatan tersebut hingga selesai.

BACA JUGA :  Melalui Maulid Nabi, SDN Jampang Pondok Udik Cetak Generasi Berdaya Saing

Pada kesempatan itu, Kadisdikbud Bireuen juga berharap dewan juri dapat memberikan penilaian secara objektif, profesional, dan menjunjung tinggi sportivitas, sehingga para juara yang terpilih benar-benar merupakan peserta terbaik dan berbakat.

“Prestasi lahir dari kerja keras, sementara kejujuran adalah pondasi utama sebuah kemenangan,” tutupnya. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan