0

BIREUEN, INDONEWSKelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Juli menggelar Pelatihan Pembinaan Pramuka Siaga dan Penguatan Peran Kamabigus Tahun 2026 yang diikuti oleh sebanyak 25 peserta dari 19 UPTD SD Negeri di Kecamatan Juli.

Peserta terdiri atas 19 Kepala Sekolah selaku Kamabigus dan 6 orang pembina gudep.

Kegiatan pembukaan berlangsung di UPTD SD Negeri 16 Juli, sementara rangkaian pelatihan dilaksanakan sejak tanggal 5 hingga 10 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kembali eksistensi Gerakan Pramuka di lingkungan sekolah dasar, khususnya pada jenjang Pramuka Siaga.

Mengusung tema “Sinergi Kamabigus dan Pembina dalam Membentuk Generasi Siaga Masa Depan”, pelatihan ini bertujuan membangun kolaborasi yang kuat antara kepala sekolah dan pembina pramuka dalam menciptakan generasi muda yang berkarakter, disiplin, mandiri, dan berjiwa kepemimpinan.

Ketua K3S Kecamatan Juli, Iskandar, S.Pd., M.M., pada Sabtu malam (9/5/2026), menyampaikan bahwa kegiatan kepramukaan merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler wajib di sekolah yang harus terus dihidupkan dan dikembangkan mulai dari tingkat Siaga hingga Penegak.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Tingkatkan Pengawasan MBG

“Pramuka bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi wadah pembentukan karakter dan pendidikan moral bagi generasi muda. Dari Pramuka lahir nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, dan semangat gotong royong yang sangat dibutuhkan di era modern saat ini,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik semata, tetapi juga dari kemampuan membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia, tangguh, dan memiliki kepedulian sosial.

Sementara itu, berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka disebutkan bahwa pendidikan kepramukaan merupakan proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia melalui penghayatan serta pengamalan nilai-nilai kepramukaan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan Pramuka dilakukan di alam terbuka dengan mengedepankan prinsip learning by doing atau belajar sambil melakukan.

Melalui berbagai aktivitas kepramukaan, peserta didik diajak belajar tentang kerja sama, kepemimpinan, disiplin, keberanian, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitar.

Pelatihan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pengawas sekolah, serta para pelatih dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Bireuen yang memberikan materi dan penguatan kepada peserta.

BACA JUGA :  Melalui Maulid Nabi, SDN Jampang Pondok Udik Cetak Generasi Berdaya Saing

Kegiatan ini direncanakan akan ditutup pada Selasa, 12 Mei 2026, di Dicot Teulaga Maneh. Diharapkan melalui pelatihan ini, para Kamabigus dan pembina Pramuka mampu menjadi motor penggerak dalam membangun generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Pendidikan terbaik bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai kehidupan. Karena bangsa yang besar lahir dari generasi yang berkarakter, berdisiplin, dan memiliki jiwa pengabdian.” (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan