BOGOR, INDONEWS — Eksekutif Masjid Mulia Makmur (e-Mas) bekerja sama dengan Universitas Islam Bogor Ummul Quro Al Islamy (UIB UQI)membantu para DKM dalam Manajerial Masjid.
Kesadaran akan Tri Darma Perguruan Tinggi untuk mendarma buktikan ilmu pengetahuan bagi peningkatan kecerdasan masyarakat, melahirkan program untuk membantu dalam Manajerial Masjid bagi para Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang ada di lingkungan kampus dan wilayah terkoneksi.
UIB IUQI bekerjasama dengan komunitas e-Mas dalam mewujudkan terselenggaranya pelatihan Manajemen tersebut.
Musyawarah penyusunan kepanitiaan dilangsungkan di Pondok Pesantren Ummul Quro Al Islamy Bogor.
Terjadi kesepakatan dan kesefahaman bersama, sebagai Steering Committee (Dewan Pengarah) adalah Rektor UIB UQI, Warek 3 UIB UQI dan CEO e-Mas.
Adapun Operating Committee (OC) atau Panitia Pelaksana dipercayakan kepada H. Agus Riadi yang telah berpengalaman dalam bidang pelatihan Manajemen Masjid sebagai Ketua.
Sekretaris dipercayakan kepada salah satu Direktur di kepengurusan UIB UQI yakni Ustad Jamaludin MEsy. Peran Sekretaris sangat sentral, apalagi memahami seluk beluk budaya dan lingkungan di mana tempat pelatihan akan di gelar, yakni di Masjid Al-Hasyimi yang terletak di kawasan Kampus UIB Ummul Quro Al Islamy Leuwiliang Bogor.
Masjid Al Hasyimi bertingkat dua, mampu menampung jamaah atau peserta pelatihan hingga 1000 orang. Lahan parkir di lingkungan UIB UQI mampu menampung ratusan kendaraan bermotor.
Akses jalan menuju lokasi pun sangat mudah dan sangat dikenal. Peserta dari manapun bisa dengan mudah menuju lokasi ini. Masyarakat sekitar lokasi dengan senang hati menunjukkan dan mengantarkannya bila Anda bertanya.
Faktor-faktor kemudahan inilah yang mendasari e-Mas memilih UIB UQI University.
Selain tentunya, ada cerita sejarah khususnya bagi kang Agus sewaktu menjadi Ketua LTMNU Kabupaten Bogor dan dihadiri Ketua LTMNU Jawa Barat berhasil mengadakan pelatihan Manajemen Masjid yang diikuti 750 peserta di Masjid Al Hasyimi ini.
“Masjid Al Hasyimi kampus UIB UQI Leuwiliang Bogor menyimpan sejarah manis bagi saya. Sepuluh tahun silam kami sukses mengadakan pelatihan Manajemen Masjid di sini,” kata Agus, CEO e-Mas.
Sekarang, imbuhnya, ibarat napak tilas, walaupun pakai e-Mas tapi semangatnya sama dengan waktu dulu menggunakan LTMNU.
“Kami harap jumlah peserta yang hadir tak jauh berbeda. Atau minimal dihadiri oleh utusan dari 200 Masjid di wilayah Bogor Raya dan sekitarnya,” ungkap Agus, optimistis.
Ia menebutkan, pelatihan manajemen masjid ini gratis. Bahkan, selaku tuan rumah pihaknya berusaha untuk melayani tamu dengan sebaik mungkin.
“Apalagi ini utusan DKM yang mengurus rumah Allah. Kami ikhlas ikut partisipasi urunan, tenaga dan dana untuk membantu kesuksesan pelatihan manajemen masjid di lingkungan kami, UIB Ummul Quro Al Islamy yang terkenal dengan Kampus Aswaja,” ujarnya.
Sementara Gus Rektor Dr. Kh. Syamsu Rizal MPd., mempersilakan panitia mengundang Bank Syariah dengan prinsip kerja sama mutualisme, pembiayaan pelatihan tercover.
“Kita juga bisa membantu Bank Syariah mengajak para DKM Masjid membuka Rekening Masjid di Bank syariah tersebut. Kita bantu sosialisasikan sistem pembayaran QRIS produk lokal, yang bukan hanya berlaku di Indonesia, tetapi sudah bisa digunakan di beberapa negara,” tegas Gus Rizal.
Untuk masjid-masjid lingkungan pondok pesantren yang ada di Bogor dan sekitarnya, ia menyarankan agar diserahkan ke timnya, UIB UQI.
“Sekitar 150 masjid pondok pesantren akan kami hadirkan. Tugas e-Mas menghadirkan 100 atau 150 masjid non pondok. Sehingga kita bisa membantu 200 pembukaan rekening masjid di Bank Syariah, khususnya BSI yang telah menjadi banker kita,” papar Gus Rizal bersemangat.
Untuk para DKM masjid, dapat mendaftar saat ini juga ke: 085880073413 Ust. Jamal (sekretaris panitia).
Pelatihan hari Sabtu, tanggal 30 Mei 2026 bertepatan dengan hari Tasyrik ketiga, 13 Dzulhijjah 1447. ***





























Comments