0

BIREUEN, INDONEWSBupati Bireuen, H. Mukhlis, S.T., menyambut hangat kunjungan kerja dan silaturahmi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK RI), Pratikno, di halaman Pendopo Bupati Bireuen, Selasa (3/3/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam di Provinsi Aceh.

Dalam agenda itu, dilaksanakan penyerahan bantuan perbaikan rumah rusak ringan dan sedang Tahap II bagi korban terdampak banjir secara serentak di 15 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Penyerahan bantuan dipimpin langsung oleh Menko PMK dari Kabupaten Bireuen, sementara Menteri Dalam Negeri memimpin dari Kabupaten Langkat.

Pada kesempatan tersebut, Menko PMK menyerahkan secara simbolis bantuan uang tunai kepada masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan ringan dan sedang.

Sementara untuk rumah yang mengalami kerusakan berat, pemerintah akan menggantinya dengan pembangunan rumah baru.

Selain itu, turut diserahkan santunan bagi anak-anak yatim di Kabupaten Bireuen sebagai bentuk kepedulian sosial dan kasih sayang kepada generasi penerus bangsa.

BACA JUGA :  UPTD SD Negeri 1 Peulimbang Gelar TKA 2026 Secara Terstruktur dan Siap Optimal

Dalam konferensi pers, disampaikan bahwa bantuan ini merupakan tahap awal dari komitmen besar pemerintah. Negara tidak akan tinggal diam terhadap penderitaan rakyatnya.

Jika masih terdapat masyarakat yang belum terdata, pemerintah daerah diminta segera melaporkannya agar dapat dimasukkan dalam tahap bantuan berikutnya.

Harapan besar Presiden RI melalui Menko PMK adalah agar masyarakat korban banjir segera bangkit, kembali ke rumah masing-masing, dan menjalani aktivitas seperti sediakala.

Kabupaten Bireuen sendiri tercatat sebagai daerah dengan jumlah penerima bantuan terbesar.

Dari pihak BNPB dijelaskan bahwa total nilai bantuan Tahap II di tiga provinsi dan 16 kabupaten/kota tersebut hampir mencapai Rp160 miliar. Untuk rumah rusak berat, pembangunan akan segera direalisasikan.

Data awal korban banjir berasal dari pemerintah daerah yang kemudian diverifikasi oleh pemerintah pusat.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah, menegaskan bahwa seluruh proses pendataan dan penyaluran bantuan harus berjalan transparan dan akuntabel, tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Transparansi menjadi kunci agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan membawa manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

BACA JUGA :  BPN Bireuen Salurkan 1.400 Sertifikat PTSL pada 2025, Masyarakat Diminta Segera Melapor

Sementara itu, Bupati Bireuen H. Mukhlis, S.T. menyampaikan bahwa dari sekitar 23 ribu data yang lolos verifikasi, terdapat lebih dari 4.000 rumah di Bireuen yang mengalami kerusakan ringan dan sedang, serta sejumlah rumah rusak berat.

Namun, masih ada sekitar 10 ribu rumah korban banjir yang belum terdata dan diharapkan dapat dimasukkan dalam tahap selanjutnya.

Kegiatan berlangsung khidmat, diawali dengan buka puasa bersama dan dilanjutkan sholat berjamaah, mencerminkan nilai kebersamaan, persaudaraan, dan kepedulian sosial yang kuat di tengah masyarakat.

Membantu Sesama dalam Perspektif Islam: Cahaya Kepedulian yang Menguatkan Umat.

Dalam ajaran Islam, membantu sesama bukan sekadar tindakan sosial, melainkan ibadah yang bernilai pahala di sisi Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Nilai inilah yang menjadi ruh dalam setiap bentuk kepedulian terhadap korban bencana.

Bencana adalah ujian, namun kepedulian adalah jawaban. Ketika satu saudara tertimpa musibah, maka saudara lainnya terpanggil untuk meringankan beban. Allah SWT berfirman bahwa siapa yang menolong saudaranya, maka Allah akan menolongnya di dunia dan akhirat.

BACA JUGA :  Penguatan Harkamtibmas, PJU Polres Lampura Sambangi Warga

Membantu bukan soal besar atau kecilnya bantuan, tetapi tentang keikhlasan dan ketulusan hati. Tangan yang memberi lebih mulia daripada tangan yang meminta. Bahkan senyuman, doa, dan empati adalah sedekah yang bernilai.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan pemerintah bersama masyarakat adalah cerminan nilai Islam yang luhur: ta’awun (tolong-menolong) dalam kebaikan. Kepedulian bukan hanya membangun rumah yang roboh, tetapi juga membangun kembali harapan yang sempat runtuh.

Semoga segala bentuk bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah, membawa keberkahan bagi yang memberi dan kekuatan bagi yang menerima. Karena sesungguhnya, di balik setiap musibah terdapat hikmah, dan di balik setiap kepedulian terdapat rahmat Allah SWT.

“Bersama kita kuat, bersama kita bangkit, dan dengan kepedulian kita raih keberkahan.” (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.