0

JAKARTA, INDONEWS – Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Relawan Jalan Perubahan (DPP BaraJP), M. Adli Abdulah tidak menampik jika Bara JP menjadi salah satu pionir nama Jokowi makin dikenal di panggung nasional, khususnya saat Pemilu Presiden 2014.

Menariknya, menurut Adli, sebelum banyak relawan bermunculan, BaraJP sudah duluan eksis sebagai pelopor gerakan pencapresan Jokowi.

“BaraJP resmi dibentuk pada tahun 2013, jauh sebelum Jokowi diumumkan sebagai calon presiden. Komunitas ini awalnya berisi kumpulan orang dengan semangat sama, ingin mendorong Jokowi maju ke Pilpres 2014,” jelas Adli, di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Ia menerangkan, nama “Barisan Relawan Jokowi Presiden” dipilih biar gampang diingat sekaligus memiliki makna simbolik. Kata “barisan” menggambarkan solidaritas, sementara “relawan” menunjukkan semangat sukarela tanpa pamrih.

“Bara JP Pelopor Relawan Pencapresan Jokowi 2014 sebelum partai resmi mendeklarasikan Jokowi. Relawan-relawan dari BaraJP sudah bergerak duluan,” tegasnya.

Para relawan tersebut, tambah Adli, telah menggelar berbagai kegiatan, seperti Diskusi publik di kampus dan komunitas; Penyebaran kaos, poster, dan atribut dukungan serta Kampanye kreatif lewat media sosial.

BACA JUGA :  78 Foundation Dukung Pernyataan Kapolri dan Penguatan Independensi Polri

“Selain itu, kami turun langsung ke masyarakat untuk sosialisasi figur Jokowi. Bisa dibilang, tanpa BaraJP, Jokowi mungkin tidak bakal secepat itu punya basis dukungan relawan sebesar sekarang,” ungkapnya.

Kenapa Bara JP Jadi Penting? Menurutnya ada beberapa alasan kenapa BaraJP singkatan dari Barisan Relawan Jokowi Presiden dianggap penting. Pertama kali gerakan relawan politik muncul besar-besaran di Indonesia.

“Kami kemudian membuka jalan bagi kelompok relawan lain seperti Projo dan Relawan Tematik. Kami menjadi model bagaimana masyarakat sipil bisa aktif di politik tanpa harus jadi bagian partai juga menjadi simbol bahwa politik bisa digerakkan oleh rakyat biasa,” katanya.

Adli mengungkapkan fakta menarik BaraJP yang jarang diketahui yang awalnya hanya gerakan kecil sekumpulan orang di Jakarta.

“Kami kemudian cepat meluas dalam hitungan bulan, sudah punya cabang di berbagai daerah. Kampanye kreatif kami sering memakai seni, musik, dan media sosial untuk menarik perhatian anak muda,” paparnya.

Dikatakan Adli, BaraJP juga merupakan relawan lintas profesi dengan kompisis macam-macam, mulai dari aktivis, dosen, mahasiswa, sampai pedagang kecil.

BACA JUGA :  Gajinya Sudah Besar, Keterlaluan Jika Perangkat Desa Korupsi!

“Kami tetap eksis pasca-2014. Dan walau pemilu sudah lewat, BaraJP masih aktif sebagai jaringan relawan politik,” tegasnya.

Adli memaparkan perbandingan BaraJP dengan relawan lain, di antaranya telah aktif pada tahun 2013-2014 dan mendorong Jokowi maju menjadi capres, BaraJP juga disebutnya sebagai pelopor gerakan relawan politik.

“Soal dampak Bara JP dalam Politik Indonesia, gerakan BaraJP jadi bukti bahwa politik di Indonesia bisa berubah lewat partisipasi warga biasa. Dari sini, muncul fenomena baru: politik berbasis relawan,” katanya.

Dampaknya cukup besar. Politisi jadi lebih dekat dengan masyarakat. Kampanye jadi lebih variatif karena tidak melulu lewat baligo. Relawan punya daya tawar politik.

“Jadi, BaraJP bukan hanya singkatan, tapi simbol perubahan cara berpolitik di Indonesia,” tegasnya.

“BaraJP pertama kali berdiri tahun 2013, saat Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. BaraJP menjadi motor awal dukungan publik dan membuat Jokowi lebih percaya diri maju,” tambahnya.

Ia menyebutkan perbedaan BaraJP dengan Projo, yakni BaraJP pelopor, sedangkan Projo lebih besar dan masif setelah Jokowi resmi dicalonkan.

BACA JUGA :  Dibalik Silatnas, Ada Keistimewaan Bagi Para Kepala Desa

“Sampai sekarang BaraJP masih aktif sekarang, sebagian besar anggotanya masih eksis sebagai jaringan relawan, meski bentuknya lebih cair,” paparnya.

“Jadi, sekarang sudah jelas ‘kan kalau BaraJP singkatan dari Barisan Relawan Jalan Perubahan, pelopor gerakan relawan politik yang sukses mengawal Jokowi maju di Pilpres 2014. Buat yang suka belajar soal politik Indonesia, kisah BaraJP ini wajib banget diketahui,” tandas Adli.

Terkait perubahan kepanjangan dari Relawan Jokowi Presiden menjadi Relawan Jalan Perubahan, Waketum DPP Bara JP, Yogie Tri Wardana menjelaskan, secara aturan tidak boleh mendaftarkan nama Jokowi Presiden di Kementerian Hukum dan HAM.

“Walau pak Jokowi sudah tanda tangan persetujuan pemakaian namanya, namun secara aturan tidak boleh, maka secara administrasi kenegaraan, kepanjangan BaraJP menjadi Barisan Relawan Jalan Perubahan,” terangnya. ***

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Nasional