0

BOGOR, INDONEWS — Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kabupaten Bogor sukses menggandeng para mitra, yakni Bank Syariah Indonesia, PT. TOA,  Kemenag Kabupaten Bogor dan Dewan Masjid Indonesia mengadakan Pelatihan Manajemen Masjid dan Dakwah Indonesia Rahmah di Aula Masjid Budi Guna, Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jumat 19 Desember 2025.

Pemateri “Bintang Lapangan” adalah Kyai H. Mansur Syaerozie MM – Ketua DMI Jawa Barat. Pasalnya, ia sangat berhasil membuat para peserta pelatihan terkesima dan takjub dengan gaya penyampaian materi dalam manajemen masjid, menggali potensi pendanaan masjid dan program-program Pemakmuran Masjid.

Menurut H. Mansur, pengelola masjid baik itu pimpinan Yayasan Masjid, pimpinan Dewan Kemakmuran Masjid harus bisa menggali dan tahu sumber-sumber anggaran serta tahu cara mengambilnya.

“Sumber duit yang bisa diandalkan tiap saat adalah dari jamaah atau masyarakat. Pemerintah dengan postur anggarannya punya duit. Itu pun porsi terbanyak hampir 70% dari rakyat dengan sikap kuasa memaksa rakyat untuk membayar pajak. Tapi duit bantuan pemerintah untuk pemakmuran masjid sifatnya insidentil, tidak kontinyu atau istiqomah, karena harus ganti dengan yang lain untuk dapat bantuan dari dana pemerintah dari APBN atau APBD atau dana pemerintah lainnya,” paparnya.

“Lalu bagaimana cara mengambil ruit dari jamaah atau masyarakat? Ikuti cara yang baik menurut Allah. Disebutkan bahwa 9 dari 10 pintu rezeki, ada di sektor perdagangan atau bisnis. Jika tidak mampu berbisnis, maka deketin para pelaku bisnis,” tambahnya.

Haji Agus menurut H. Mansur, termasuk seorang yang cerdas. Untuk membiayai program-program Bamusi dia menggandeng atau bermitra dengan BSI, TOA dan lainnya.

“Demikian pun para pengurus masjid, deketin para pedagang. Apalagi masjid yang deket dengan pasar, bisa menggalang dana dengan celengan yang dititipkan di lapak-lapak pedagang. Uang receh hasil kembalian ibu-ibu yang belanja di pasar berpeluang untuk dicemplungkan ke celengan Gismas Masjid. Atau dengan cara kekinian, tempel QRIS Masjid ditempat publik yang strategis. Membuka peluang berbagai kalangan bersedekah, meski tanpa hadir ke Masjid,” paparnya.

BACA JUGA :  Hadiri Maulid Nabi di Cinangneng, Kang Mus Ajak Masyarakat Bersama Merubah Kabupaten Bogor Lebih Baik

Mereka para dermawan, imbuhnya, turut berpartisipasi secara sembunyi-sembunyi membantu DKM membiayai program-program atau pemeliharaan dan pembangunan masjid.

“Lantas apakah menyumbang masjid diam-diam boleh? Boleh! Apakah bersedekah, infak, wakaf dan berjariyah diumumkan boleh? Boleh! Yang tidak boleh yang bagaimana? Yang diam-diam dan tanpa diumumkan tidak bersedekah ke Masjid! Tidak ada niat dan kepedulian terhadap rumah Allah!” tegasnya.

“Yang ideal adalah pengurus Masjid setelah menerima sedekah dari jamaah, lalu membuat program-program yang menarik bagi jamaah. Kebutuhan dan permohonan jamaah Masjid apa saja? Jawabannya, sudah dituntun oleh Allah selaku yang punya Masjid.”

Jamaah ingin selamat dalam beragama hingga akhir hayatnya, dibuat program pengajian, dzikiran tahlilan.

Jamaah butuh kesehatan ketika masuk  Masjid, dibuat program bersih-bersih masjid, sehingga tidak ada karpet-karpet Masjid yang berdebu, toilet licin dan bau yang justru dapat menyebabkan jamaah sakit.

Hindari TOA Masjid yang hanya digunakan untuk Adzan dan pengumuman orang meninggal saja. Tapi, speaker TOA sebagai alat syiar untuk pengajian, mengumumkan penyecekan kesehatan jamaah.

Tiap Kamis diumukan ke para Jamaah bahwa di Masjid ada Para Medis dari puskesmas atau relawan kesehatan untuk mengecek tensi, kolesterol dan gula darah gratis bagi jamaah  Masjid sebagai tindakan kesehatan awal.

Jamaah masjid butuh wawasan ilmu agama yang bertambah dalam menjalankan kewajiban sholat dan kehidupan bermasyarakat, dibuat program pengajian bapak-bapak, ibu-ibu,  remaja masjid dan anak-anak.

Jamaah ingin rezekinya berkah, dibuat program sarapan bersama setelah subuh, berbua puasa bersama setiap  Senin Kamis, jumat berkah dengan membuka kesempatan bagi para jamaah untuk bersedekah di Masjid.

BACA JUGA :  Bupati Bogor Lantik 24 Pejabat Eselon III dan IV

Jamaah ingin menjadikan masjid sebagai sarana pertobatan sebelum wafat, dibuat Masjid tempat yang nyanan bagi para jamaah yang secara dirinya sendiri mengaku banyak dosa dan ingin melakukan ibadah tambahan di Masjid.

Masjid dibuka 24 jam, walaupun untuk ruang tertentu yang menyimpan barang2 berharga dikunci. Yang ingin tahajud, sholat tasbih, sholat awwabin, tadarus al Qur’an, sholawatan, yasiinan,  manaqiban, dzikrul ghofilin (dzikiran), i’tikaf di masjid dipersilahkan selama menjaga hal-hal telah disepakati bersama dan tidak mengganggu yang lain – masyarakat sekitar masjid.

Jamaah butuh kepekaan pengurus masjid untuk saling berkasih sayang, mengunjungi jamaah yang sakit dan lainnya.

Jamaah (utamanya) yang sudah wafat didoakan setiap habis sholat fardu berjamaah, selesai pengajian, atau jelang dan paska jumatan, ikhtiar permintaan kepada Allah untuk memberi pengampunan kepada jamaah masjid dan kaum muslimin (at) para guru, keluarga yang telah wafat.

Jamaah butuh bimbingan kalimat tauhid dan syahadat yang terjaga, dibuat program peduli kasih dan bimbingan jelang sakarotul maut.

“Semuanya secara gamblang tertulis dengan bentuk huruf yang besar dalam 4 buku karya H. Mansur terbitan DMI Jawa Barat untuk menjadi pedoman kita bersama, utamanya pengurus Masjid,” ungkapnya.

Para peserta berhamburan untuk mendapatkan hadiah 4 buku karya H. Mansur.

“Kami kasih buku ini sebagai apresiasi kesungguhan para peseta mengikuti pelatihan Manajemen Masjid dan Dakwah Indonesia Rahmah yang diselenggarakan Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kabupaten Bogor, ini pertanda baik nih, lihat logo Bamusi disandingkan dengan logo DMI di materi H. Mansur,” katanya.

“Apakah indikasi DMI siap bergandengan dengan Bamusi dalam berharokah ngurus Kemasjidan dan menbina umat. Atau pengurus Bamusi juga terbuka menjadi pengurus DMI dengan peran yang seimbang. Setidaknya untuk wilayah Jawa Barat di masa kepemimpinan Kh. Mansyr Syarozie,” ucap Ketua Bamusi Bogor.

BACA JUGA :  Parkir RSUD Cileungsi Dinilai Mencekik Leher, Dewan Pengawas dan Pihak Ketiga Bungkam

Pemateri yang mendapat atensi besar peserta berikutnya adalah dari Bank Syariah Indonesia. Secara tim menberkan wawasan produk dan layanan BSI dalam bentuk aplikasi beyond BSI yang bisa dimanfaatkan para nasabah (calon) nya.

Mulai dari pembukaan rekening masjid, QRIS, tabungan emas, peluang keagenan BSI. Menurut Ustad Faris dari BSI.

Penunjukan BSI sebagai banker bagi Kementrian Agama dalam urusan Haji dan kemitraan peran BSI dalam standarisasi MUI bagi pelaku dakwah menbuka peluang kemitraan lanjutan, termasuk dengan Bamusi.

“Nantinya Bamusi diberi kesempatan merekom pendakwah yang akan terstandarisasi MUI setelah mengikuti pelatihan tertentu,” kata Faris.

Hal tersebut langsung direspon cepat Ketua Bamusi Kabupaten Bogor, H. Agus Riadi.

“Nah bagus nih barang. Masuk nih barang. Mari percepat Nota Kesepahaman Bersama (Memorandum Of Understanding – MOU) nya antara BSI dengan Bamusi. Sebagai ‘pilot project’ dengan Bamusi Bogor. Sehingga orang tidak merasa ‘ngeri-ngeri sedap’ untuk jadi pengurus Bamusi. Apalagi Bamusi diberi peran untuk merekom petugas haji, pendakwah terstandarisasi,” tegas Agus.

“Jangan berhenti berharokah, sebelum wong cilik bahagia,” ucapnya tiga kali digaungkan bersama dalam pelatihan Manajemen Masjid dan Daiwah Indonesia Rahmah di Aula Masjid Budi Guna Citeureup Kabupaten Bogor.

Panitia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggara dan suksesnya acara ini, khususnya:

Keluarga besar Yayasan Masjid Budi Guna, keluarga besar Bank Syariah Indonesia, keluarga besar Kemenag. Kabupaten Bogor, para KUA dan para penyuluh keagamaan se Kabupaten Bogor, keluarga besar PT TOA Galva Prima Karya.

Keluarga besar Institut Ummul Quro al Islami – Kampus Aswaja, keluarga besar Dewan Masjid Indonesia Jawa Barat,  para DKM se Kabupaten Bogor, keluarga besar Universitas Bung Karno – Kampus Penyambung Lidah Rakyat, keluarga besar PDI Perjuangan Kabupaten Bogor. ***

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor