BIREUEN, INDONEWS — Menunggu memang bukan perkara mudah, terlebih ketika menyangkut kelangsungan pendidikan generasi masa depan.
Itulah yang kini dirasakan para Kepala Sekolah (Kepsek) di Kabupaten Bireuen, yang masih terus menanti pencairan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahap II tahun 2025 yang dinilai sudah mengalami keterlambatan sejak Juni hingga awal Agustus ini.
“Sampai hari ini kami belum menerima pencairan BOS tahap dua. Padahal semua kebutuhan operasional sekolah sudah sangat mendesak, dan untuk sementara terpaksa harus berutang. Tidak ada jalan lain,” ujar salah seorang kepsek yang meminta tidak disebutkan namanya, Jumat (1/8/2025).
Ia mengungkapkan dengan nada haru, bahwa sekolah negeri sangat bergantung pada dana BOS karena tidak memiliki sumber pemasukan lain seperti halnya sekolah swasta yang mengandalkan dana dari SPP. Ketika BOS terlambat, seluruh roda kegiatan pendidikan pun tersendat.
“Kalau BOS tidak segera cair, akan sulit bagi kami menjalankan program pendidikan secara maksimal. Hutang kami di koperasi dan toko kebutuhan sekolah sudah mulai membengkak. Kami hanya bisa berharap dan bersabar,” ungkapnya lirih.
Situasi ini menjadi beban tersendiri bagi para Kepala Sekolah yang tetap berupaya menjalankan tugasnya demi menjaga mutu dan keberlangsungan pendidikan, meski dalam kondisi penuh keterbatasan. Ketulusan dan dedikasi mereka diuji, sembari berharap perhatian dari pemerintah segera hadir dalam bentuk pencairan dana yang sangat dibutuhkan.
“Mudah-mudahan saja BOS bisa segera cair. Kami ingin fokus mendidik, bukan terus dihantui beban hutang,” pungkasnya penuh harap. (Hendra)





























Comments