0

LAMPUNG UTARA, INDONEWS | Puluhan orangtua di Lampung Utara mengaku anak mereka terancam putus sekolah akibat kebijakan pemerintah dalam penerimaan siswa siswi baru tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) secara online.

Hal ini disampaikan, Adi Candra saat menemui tokoh Lampung Ike Edwin pada 16 Juli 2025 di Bandar Lampung.

Adi Candra sangat menyayangkan tidak ada nya sosialisasi terlebih dahulu dari pihak sekolah terhadap masyarakat tentang tatacara sistem penerimaan murid baru secara online itu.

Ia merasa dirinya dan kawan kawan menjadi korban kebijakan tersebut akibat keterbatasan pengetahuan mereka.

Dia menceritakan bahwa dirinya pada waktu itu mendaftarkan anaknya ke SMA 3 Kotabumi namun ditolak pihak sekolah karena ada perbaikan sistem data.

“Awalnya dinyatakan masuk karena SKL nya tinggi tapi tiba-tiba sistem meminta kami melakukan perbaikan data. Akibat ketidakpahaman kami dengan aturan itu akhirnya anak kami gagal,” jelasnya.

Di lain sisi, hal sama dialami oleh Ansori, warga yang bertempat tinggal di samping sekolah mengaku anaknya gagal bersekolah di sekolah tersebut lantaran jalur zonasi memberlakukan nilai tertinggi.

BACA JUGA :  Wujudkan Kurikulum Merdeka, SDN 03 Tarikolot Adakan Gebyar P5

“Tadinya saya berkeyakinan anak saya bisa diterima dengan jalur zonasi ini secara rumah saya dan sekolah berdepanan, namun yang terjadi jalur ini mengedepankan nilai murid, akibatnya anak saya gagal masuk,” ucapnya.

Sementara kekecewaan juga datang dari Bustam. Anaknya gagal masuk sekolah lantaran terhambat oleh nilai, akhirnya mereka tidak bisa memakai jalur zonasi.

Mirisnya, di saat anak-anak tidak bisa bersekolah akibat kebijakan pemerintah dalam memberlakukan sistem penerimaan murid disekolah SMA 3 ini justru menyisakan ruang kelas.

“Dulu sekolah tersebut meluluskan 12 kelas, namun tahun ini hanya menerima 10 kelas, seandainya kepala dinas pendidikan ataupun gubernur lampung bisa memberikan solusi maka anak anak tersebut tidak akan terlantar,” ucap para orangtua murid.

Menurut mereka, hal ini jika tidak segera disikapi maka puluhan siswa terancam putus sekolah, karena mereka menemui jalan buntu maka hari ini para wali murid mendatangi kediaman Ike Edwin selaku tokoh adat dan tokoh masyarakat Lampung.

Mereka datang untuk menyampaikan keluhan  dan nasib anak anak mereka, kedatangan yang di sambut langsung oleh mantan Kapolda Lampung ini, mendapat tanggapan positif dari tokoh yang satu ini.

BACA JUGA :  Fortusis Layangkan Somasi kepada Koordinator FPZP Jabar

Ndang Ike, sapaan akrabnya menyesalkan tindakan kepala dinas propinsi yang tidak memberikan solusi terbaik, untuk anak anak calon  penerus bangsa ini, bahkan Ndang Ike langsung menghubungi salah satu tokoh yang berasal dari Lampung yang saat ini menjadi perwakilan DPD  di jakarta.

Ia pun dengan senang hati akan menghantar para wali murid untuk menemui kepala dinas propinsi Lampung, dan akan mendengarkan akar permasalahannya.

Para wali murid ini hanya meminta pada Gubernur Lampung untuk memberi mereka suatu solusi yang terbaik, sehingga anak-anak mereka bisa masuk SMA 3.

Di sisi lain Nero Kunang yang juga merupakan tokoh asal Lampung Utara sangat menyayangkan hal ini.

Bahkan menurut dia, seharusnya pemerintah Propinsi Lampung khususnya dinas pendidikan segera memberikan solusi, mengingat tidak semua sekolah melakukan penerimaan siswa secara online.

“Berarti tidak semua harus mengikuti aturan tapi dibalik aturan ada kebijakan,” ungkap Nero Kunan. (AE)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan