PIDIE JAYA, INDONEWS | Suasana khusyuk dan religius menyelimuti pelataran acara Zikir Akbar yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pidie Jaya ke-18.
Ratusan warga hadir untuk bermunajat kepada Allah SWT, menyatukan doa dan harapan demi masa depan daerah yang damai dan diberkahi.
Acara yang dipimpin oleh Tgk Khalili Jeunieb tersebut ditutup dengan doa bersama, yang dipanjatkan untuk keselamatan dan keberkahan seluruh masyarakat serta para pemimpin daerah, Minggu (14/6/2025).
“Semoga dengan keikhlasan kita malam ini, Pidie Jaya menjadi daerah yang damai, maju, dan diridhai Allah Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,” ujar Tgk Khalili.
Zikir dan doa bersama ini bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan menjadi wujud nyata dari keimanan dan ikhtiar kolektif masyarakat Pidie Jaya dalam memohon perlindungan, kemakmuran, serta petunjuk dari Allah SWT.
Dalam ajaran Islam, doa bersama memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah, membaca Kitab Allah dan mempelajarinya bersama-sama, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, mereka diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh malaikat, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang berada di sisi-Nya.” (HR. Muslim)
Doa bersama mengandung berbagai makna penting dalam kehidupan umat Islam, di antaranya:
* Menguatkan ukhuwah (persaudaraan) antar sesama muslim.
* Menumbuhkan spiritualitas kolektif, di mana setiap individu merendahkan diri di hadapan Allah SWT.
* Menjadi wujud tawakal dan harapan, sebagai pelengkap dari upaya lahiriah yang telah dilakukan.
* Mengundang rahmat dan keberkahan, sebab doa yang dipanjatkan secara berjamaah memiliki keutamaan tersendiri dalam Islam.
Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa zikir akbar ini bukan hanya sebuah seremoni keagamaan, melainkan juga sarana memperkuat ikatan spiritual seluruh elemen masyarakat.
“Selama 18 tahun, kita telah bersama melewati berbagai tantangan. Maka di HUT Pidie Jaya ke-18 ini, marilah kita terus menjalin kebersamaan dan meningkatkan keimanan sebagai pondasi utama dalam membangun daerah,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi simbol kuatnya tradisi spiritual yang mengakar dalam kehidupan masyarakat Pidie Jaya, sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan lahiriah perlu disertai dengan penguatan rohani demi meraih keberkahan dari Allah SWT. (Hendra)





























Comments