0

DEPOK, INDONEWS | Dies Natalis Ke-8 Universitas Pertamina mengusung tema “Energizing Our Future”.

Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. R. Wawan Kadir mengatakan, Open House Dies Natalis ke 8 ini diisi dengan memperkenalkan energi solusi, talk show minat dan bakat serata future job prospect energi edukasi, showcase hasil riset program studi dan inkubasi bisnis universitas pertamina.

“Acara melibatkan Perguruan Tinggi dan Siswa siswi SLTA SE Jabodetabek salah satunya untuk memperkenalkan Universitas Pertamina dan menyampaikan informasi berdirinya Universitas Pertamina ini,” kata Wawan, kepada para tamu undangan.

Acara digelar di Halaman Gedung Universitas Pertamina, jalan Teuku Nyak Arief Simprug, Jakarta Selatan, Sabtu (3/2) dengan dimeriahkan berbagai stand dan pameran produk jurusan program studi unggulan, serta stand makanan tradisional.

Wawan menjelaskan mengenai sejarah berdirinya Universitas Pertamina. Petronas adalah Universitas Teknologi yang dibangun oleh perusahaan pertamina.

“Kita bekerja sama dengan berbagai dosennya. Area kampus ini luasnya sekitar 5.600- 5.700 meter persegi. Ditambah untuk rumah sakit, selebihnya diperuntukkan untuk Universitas Pertamina. Artinya luas awalnya kita hanya 5.000 sampai 6.000 meter persegi, sekarang menjadi 16.000 meter persegi dan bisa menampung jumlah mahasiswa sampai 10.000,” jelasnya.

BACA JUGA :  Hore! Warga Tapos Terima Kado Tahun Baru Berupa Jaringan PDAM Tirta Asasta

Hingga tahun 2022, pihaknya mengaku belum mendapatkan komitmen secara eksplisit dari Pertamina, tentang bagaimana lulusan dari Pertamina masuk mulai tahun 2023 ada program Merah Putih, mulai dari 2000 bertambah 3000.

“Ini jumlah yang sangat besar sekali sehingga alumni-alumni itu siap untuk bekerja. Kemudian untuk suasana kampus ini, jujur saja kalau saya katakan itu gerbang seperti masuk ke terminal,” ujarnya.

Ia pun sekitar 1 sampai 2 bulan akan membenahi semua.

“Kita mengklaim kampus ini adalah kampus community, bukan eksklusif milik mahasiswa, milik universitas tapi milik masyarakat. Semua masyarakat bisa masuk, tapi tidak bisa masuk ke laboratorium yang sifatnya rahasia,” jelasnya.

Ia menjelaskan, saat wabah Covid-19 melanda, ada dosen Pertamina terinfeksi, sehingga lapangan bola dibangun jadi rumah sakit penderita Covid-19 da nkini tidak diperlukan lagi.

“Di dalamnya ada peralatan-peralatan yang akan dihibahkan atau dipergunakan oleh Universitas Pertamina. Ruangannya akan dibangun menjadi luas untuk ruang seminar, laboratorium, ruang dosen dan sebagainya,” tandasnya. (Gustini)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Depok