DEPOK, INDONEWS — Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai tradisi penyembelihan hewan kurban semata. Lebih dari itu, perayaan ini mengandung nilai spiritual, sosial, dan kemanusiaan yang mengajarkan tentang keikhlasan, pengorbanan, kepedulian, serta pentingnya menghadirkan manfaat bagi sesama.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS, H. Ade Supriyatna, S.T., M.A.P., dalam pandangannya menyambut Idul Adha 1447 Hijriah.
Sosok yang akrab disapa Bang Ade itu menilai masyarakat perlu memahami esensi Idul Adha secara menyeluruh agar pelaksanaan ibadah kurban tidak hanya berhenti pada simbol dan ritual tahunan.
Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi teladan tentang kepatuhan kepada Allah SWT, keikhlasan dalam berkorban, serta menempatkan nilai keimanan di atas kepentingan pribadi. Nilai tersebut dinilai tetap relevan diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini.
“Dalam setiap momentum keagamaan, Pemerintah Daerah perlu memperkuat komunikasi dan kesepahaman dengan tokoh serta lembaga keagamaan agar pesan moral maupun teknis dapat diterima dan dijalankan dengan baik oleh masyarakat maupun birokrasi,” ujar AdeS, Senin (25/5/2026).
Ia menegaskan bahwa Idul Adha tidak cukup dipahami hanya sebagai ibadah individual, tetapi juga harus menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial dan menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.
Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dinilai penting agar nilai-nilai keagamaan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sisi sosial, Idul Adha juga mengandung pesan empati terhadap masyarakat yang membutuhkan. Pembagian daging kurban, menurutnya, bukan sekadar distribusi makanan, tetapi simbol pemerataan kebahagiaan dan kepedulian sosial.
Ade berharap semangat berbagi dalam Idul Adha terus ditanamkan agar budaya gotong royong dan saling membantu tetap tumbuh di tengah kehidupan masyarakat perkotaan yang semakin individual.
“Secara moral, semangat ketaatan kepada Allah SWT dan budaya saling membantu antarwarga perlu terus dikampanyekan,” katanya.
Ia menambahkan, makna pengorbanan dalam Idul Adha tidak selalu diwujudkan dalam bentuk materi. Kepedulian terhadap sesama, membantu warga yang mengalami kesulitan, menjaga persaudaraan, hingga memperkuat solidaritas sosial juga merupakan bagian dari nilai kurban.
Selain aspek spiritual dan sosial, AdeS juga menyoroti pentingnya pelaksanaan Idul Adha yang tertib dan memenuhi standar kesehatan. Pemerintah Daerah, menurutnya, memiliki tanggung jawab memastikan proses perdagangan dan distribusi hewan kurban berjalan aman, sehat, dan sesuai syariat Islam.
Hal tersebut penting karena kualitas kesehatan hewan kurban tidak hanya berkaitan dengan kesempurnaan ibadah, tetapi juga menyangkut perlindungan kesehatan masyarakat.
“Secara teknis, kegiatan perdagangan hewan harus diatur agar berlangsung tertib dan aman, serta memastikan hewan yang masuk ke Depok dalam kondisi sehat dan sesuai syariat,” jelasnya.
Pengawasan kesehatan hewan kurban juga dinilai menjadi bagian penting dalam pelayanan publik agar masyarakat merasa aman saat menjalankan ibadah kurban. Karena itu, kerja sama antara Pemerintah Daerah, petugas kesehatan hewan, pedagang, dan panitia kurban perlu terus diperkuat.
Lebih jauh, Ade menilai keberhasilan menciptakan masyarakat yang religius dan harmonis tidak terlepas dari peran tokoh agama, pembimbing rohani, serta lembaga keagamaan yang selama ini aktif memberikan edukasi moral kepada masyarakat.
Menurutnya, para pembimbing rohani tidak hanya bertugas menyampaikan ceramah agama, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga keteduhan sosial, memperkuat pendidikan karakter, dan membangun kesadaran hidup bermasyarakat.
Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah memberikan dukungan nyata terhadap kegiatan pembinaan keagamaan, termasuk melalui fasilitasi dan dukungan bagi para pembimbing rohani.
“Komunikasi dan kesepahaman dengan pemuka agama perlu diperkuat melalui dukungan nyata, termasuk fasilitasi dan insentif bagi pembimbing rohani agar ruang pencerahan bagi masyarakat semakin optimal,” tuturnya.
Menutup pernyataannya, Ade berharap Idul Adha menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan manusia dengan Allah SWT sekaligus mempererat hubungan antarsesama.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan ibadah kurban sebagai sarana memperkuat kepedulian sosial, persaudaraan, dan menghadirkan manfaat bersama bagi warga Kota Depok.
“Idul Adha bukan hanya pada penyembelihan hewan kurban, tetapi bagaimana nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari demi kemaslahatan bersama,” pungkasnya. (Gustini)





























Comments