BOGOR, INDONEWS – Dalam Rangka menjalankan program ketahanan pangan yang dinamakan Gerakan Penanaman Cabai Dipekarangan (Mancap), Pemerintah Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupten Bogor menyerahkan 10 ribu bibit cabai kepada PKK di 41 RW, Selasa (4/10/2022).
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Ketahan Pangan Kabupaten Bogor, Ir. A Yeni Haryati selaku Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan, didampingi Camat Gunungputri Drs. Didin Wahidin M.Si dan Rian Firman Riansyah beserta staf desa sekaligus TP PKK Desa Bojong Kulur.
“Pembagian 10.000 bibit cabai ketahanan pangan dan hewani Desa Bojong Kulur, bahwa sebetulnya dari DKP sendiri saat ini baru merencanakan konsep kebun cabai seperti yang dilaksanakan di Bojong Kulur,” kata Yeni Haryati.
Menurutnya, boleh dibilang DKP keduluan konsepnya oleh Desa Bojong Kulur. Ia pun mengapresiasi Desa Bojong Kulur beserta tim KPH.
“Ternyata di Bojong Kulur sudah lebih dulu bisa terealisasi dan kedepannya dari DKP sendiri berencana untuk perkebunan ini akan menerapkan teknologi tepat guna,” ucapnya.
“Untuk penyiraman, saat ini yang berjalan kita manual. Ada petugas yang menyiram langsung ke taman. Kedepannya akan dibuatkan konsep untuk penerapan digitalnya, misalkan untuk penyiraman tanaman itu cukup melalui handphone, ada aplikasi tersendiri yang secara digitalisasi bisa mengembangkan dari hasil panen budidaya cabai sendiri kemudian lain-lainnya,” tuturnya.
Dirinya berharap, dengan berjalannya program KPH ini tentunya tidak hanya seremonial tapi kedepannya peran serta ibu-ibu penerima bibit cabe ini sangat berpengaruh terhadap kelangsungan program ketahanan pangan dan hewan secara mandiri.
Ditempat sama, Camat Gunung Putri, Didin Wahidin menyampaikan apreisasi terhadap Desa Bojong Kulur atas program ketahanan pangan dan hewani dalam bentuk kebun produksi bibit cabai.
“Ini merupakan cita-cita Kecamatan Gunung Putri yang belum terealisasi, tapi kembali lagi Desa Bojong Kulur sudah merealisasikannya,” katanya.
Menurut Didin, apa yang menjadi cita-cita Kecamatan Gunung Putri dan secara hitung-hitungan ekonomi pun program ini sangat bagus jika diseriuskan, dan akan menghasilkan pemasukan yang luar biasa.
“Ya kalau dihitung-hitung dalam satu RT misalkan ada terdaftar kurang lebih sekitar 50 KK. Sementara yang hari ini dibagikan itu kurang lebih sekitar satu RW ada 240 bibit cabai. Jika dihitung-hitung dalam satu RT misalkan ada berhasil 50 KK sementara kurang lebih saat ini estimasi harga cabai itu satu kali masak per hari itu per KK 5000 dikali 50 dan dikalikan,” tuturnya.
Masih kata Didin, misalkan 10 bulan ternyata angkanya lumayan besar itu hampir lebih dari jutaan bahkan sudah bukan jutaan lagi tapi sudah milyaran dan kalau sudah seperti itu untuk kebutuhan cabe di Desa Bojong Kulur sudah otomatis sudah terpenuhi.
Ia menambahkan gerakan penanaman 10.000 bibit cabai ini diharapkan akan menimbulkan keuntungan untuk uang kas.
“Kalau ini bisa bergulir, maka akan ada untuk operasional uang kas lingkungan atau RT itu bisa dimanfaatkan dari program ketahanan pangan cabai ini,” imbuhnya.
Sementara Kades Bojong Kulur, Firman Riansyah mengatakan, pelaksanaan program ketahanan pangan dan hewani di Desa Bojong Kulur merujuk kepada Peraturan Presiden nomor 104 tahun 2021 tentang rincian APBN tahun anggaran 2022 yang menyebutkan bahwa dana desa ditentukan penggunaannya untuk program ketahanan pangan dan hewani paling sedikit 20%.
“Untuk itu Desa Bojong Kulur melibatkan PKK mulai dari RW 1 sampai dengan RW 41 yang didampingi oleh Poktan 3,” jelasnya.
Adanya program ini diharapkan ibu-ibu PKK turut serta dapat mensukseskan gerakan penanaman 10.000 bibit cabai. Kemudian berdasarkan perkiraan bahwa masa panen itu kurang lebih sekitar 3 sampai 4 bulan.
“Nanti dari 41 RW yang hari ini mengambil bibit cabai ke depannya pada masa panen saya akan keliling dan untuk PKK RW yang berhasil mengembangbiakan atau panen terbanyak atau yang terbaik akan diberikan reward khusus kepada kelompok petani PKK RW tersebut,” tutupnya. (Firm)





























Comments