KOTA SERANG, INDONEWS – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 6 Kota Serang, menggelar kegiatan, dengan menyuguhkan Program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), program unggulan merdeka, di halaman sekolah, Selasa (13/12/2022).
Kepala SMKN 6 Kota Serang, Hj. Ani Risma S.Kom., M.Pd., menjelaskan, P5 di dalamnya mengandung makna yang signifikan.
“SMKN 6 Kota Serang telah menyelenggarakan kurikulum merdeka yang melibatkan khusus kelas X. Adapun kelas XL dan XII, masih tetap menerapkan kurikulum 13,” jelas Ani, belum lama ini.
Selain Kurikulum Merdeka, pihaknya telah meluncurkan beberapa kegiatan seperti literasi dan seminar jurnalistik.
“Sedangkan di penghujung tahun 2022 ini, kami genjot kegiatan yang sudah digodok bersama jauh-jauh sebelumnya, yaitu dari jumlah 7 tema yang ada, termasuk P5 yang merupakan program Merdeka Unggulan, dengan tema karya kearifan budaya lokal dan Bhineka Tunggal Ika,” paparnya.

Ani menyadari bahwa semua ini tidak mudah. Maka atas nama Kepala SMKN 6 dan mewakili sekolah ia mengucapkan terima kasih atas segala kontribusi yang telah diberikan semua pihak, termasuk para sponsor.
Di tempat sama, Kepala Cabang Dinas (KCD) Provinsi Banten, H. Halil menanggapi Kurikulum Merdeka, yang pada hakekatnya adalah mencetak generasi berkarakter, serta melahirkan anak sholeh dan berakhlaqul karimah, menghormati kedua orang tua dan patuh terhadap guru.
“Diharapkan mereka setelah lulus harus bisa mandiri, bisa menguasai sesuai kemampuan masing-masing siswa sehingga mampu memecahkan persoalan lingkungan,” katanya.
Bagian kurikulum SMKN 6, sekaligus Ketua Pelaksana P5, Zaenal Muttaqin M.Pd., didampingi Humas Drs. Muhammad, mengatakan, SMKN 6 belum memiliki program khusus pemerintah (PK).
“Tetapi dengan P5, diantaranya untuk menjawab munculnya isu global. Salah satunya isu radikalisme yang kerap terjadi, yang merupakan tantangan besar baik bagi guru maupun siswa,” katanya.
Dari 7 tema yang ada, hanya dua tema yang diterapkan sesuai pernyataan kepala sekolah, seperti kearifan lokal. Isinya melestarikan warisan budaya di wilayah Banten, seperti pencak silat alirannya terumbu, tarian jawara kemudian rampak bedug.
“Tema kedua adalah Bhinneka Tunggal Ika. Dengan mensosialisasikan kepedulian terhadap gotong royong, seperti membersihkan sepanjang jalur lingkungan sekolah, hingga ke perbatasan rumah warga,” tuturnya.
Pada acara tersebut, beberapa penampilan dan pertunjukan seperti Rampak Bedug, Tari Jawara, Pencak Silat dan penampilan pakaian adat seluruh Nusantara memeriahkan acara, sehingga membuat para kagum.
“Terkait maraknya geng start, pihak sekolah dengan cepat segera akan melakukan tindakan positif, dengan pembuatan poster yang bertuliskan anti radikalisme, cinta damai, kemudian stop narkoba,” pungkasnya.
Hadir dalam acara itu, pengawas SMK Habibullah M.Pd., anggita DPRD Kota Serang H. Fatihudin SE, staf Kelurahan Masigit Priyayi, kepala SMK kabupaten/kota, serta seluruh wali murid. (A. A Rochim S/Yani Sumiati)


























Comments