0

BOGOR, INDONEWS | Sejak terpilih menjadi Kepala Desa (Kades) Kranggan satu tahun lalu, Asdi mengatakan sudah banyak kemajuan yang dicapai Desa Kranggan dalam berbagai sektor.

Hal ini dikatakan Asdi kepada media-Indonews, Rabu (21/8), di kantornya.

“Kemajuan yang dimaksud adalah terwujudnya kondisi lingkungan pemukiman yang rapi, bersih dan sehat, serta pembangunan sektor lain seperti infrastruktur lingkungan desa. Pokoknya semua harus lebih baik, termasuk dalam pengelolaan dan penggunaan anggaran yang ada agar tidak terulang lagi kesalahan seperti masa lalu,” ungkap Asdi.

Ia menambahkan, soal pembagian bansos, baik itu beras maupun bentuk bantuan lain, semua dilakukan berdasarkan keluarga terdaftar yang sudah memiliki barkode.

“Jika beras masih ada yang tersisa, maka dapat diberikan kepada warga lain yang layak menerimanya . Yang terutama adalah warga terdaftar dulu,” jelasnya.

Menurut data yang diberikan oleh petugas, sambung Asdi, bahwa ada sebanyak 680 keluarga yang menerima bansos berupa beras yang sudah punya barkode.

“Berkala, kita terus lakukan perbaikan data (update data), agar kedepan semua warga yang tidak mampu kebagian,” katanya.

BACA JUGA :  PAW Singajaya, Sanafi Terpilih Jadi Kepala Desa

Disinggung rencana para kades yang akan melakukan bimtek ke Bali, Kades Kranggan ini mengatakan tergantung kesepakatan semua peserta.

“Soal anggaran sekitar Rp. 15 juta setiap kades, memang serba problem karena untuk sumber dananya dari mana. Sementara saat perencanaan Musrenbangdes itu tidak ada,” ungkap Asdi.

Ia juga mengakui bahwa berkunjung ke daerah lain juga perlu, selain tujuannya menambah ilmu, wawasan juga memberikan kesegaran fisik dan semangat dalam menjalankan tugas yang kerap membuat kepenatan.

“Pokoknya kita harapkan semua mendatangkan manfaat kalau rencana itu jadi,” tandasnya. (Johnner  Simanjuntak)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Wajah Desa