DEPOK, INDONEWS | Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas 1 Depok siap menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 27 Nopember 2024.
Hal ini diungkapkan Kepala Rutan Kelas I Depok melalui Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Administrasi dan Perawatan di Rutan Kelas I Depok, Anggri.
Anggri mengatakan bahwa teman-teman dari KPU dan PPS Cilodong datang ke Rutan dengan tujuan untuk sosialisasi terkait beberapa paslon yang nantinya akan dicalonkan sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, juga Walikota dan Wakil Walikota Depok.
“Kemarin kita sudah menerima kunjungan dari KPU Kota Depok dan PPS Cilodong, alhamdulillah warga binaan kita yang kurang lebih 863 orang yang masuk DPT sudah terakomodir atau tersampaikan. Mereka juga sudah mengetahui siapa saja calon-calon yang akan dipilih, dalam penyaluran hak suara di Pilkada serentak pada Rabu 27 November 2024 lusa,” ucap Anggri.
Ia menjelaskan, sebelumnya didaftarkan pihak Rutan sekitar 684 DPT, dengan penambahan dari KPU Kota Depok sekitar 179 DPT.
Jadi total 863 DPT yang sudah terdaftar dan memenuhi syarat seperti yang ber KTP Jawa Barat dan KTP Kota Depok.
“Sisanya dari 1200 narapidana, ada sekitar 337 orang yang tidak dapat memilih karena ada beberapa warga binaan itu ber KTP diluar Jawa Barat,” pungkasnya.
Untuk jumlah TPS di rutan ini ada 2, dengan 7orang anggota KPPS ditambah personel yang diturunkan dari pihak rutan, terdiri dari seluruh jajaran keamanan, regu pengamanan, Kepala Pengamanan Rutan dan TNI Polri.
“Karena baru kemarin di hari Minggu kita mendapatkan bimtek dari Kelurahan, PPK dan PPS Cilodong, per hari ini mulai dari tanggal 25 Nopember 2024, kami melakukan persiapan untuk membagikan undangan (form C) yang diberikan oleh teman-teman dari PPK Cilodong,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dikatakan Anggri, karena rutan adalah TPS khusus upaya yang dilakukan untuk pengamanannya adalah berkolaborasi dengan TNI serta Polri pada hari H, yang akan turut menjaga di TPS khusus.
“Memang berkali-kali Karutan, pimpinan kami menyampaikan kepada kami pejabat struktural, agar menyukseskan Pilkada di 27 November nanti. Terkait pengamanan dan rawan bahaya itu, ya karena TPS khusus jadi kami melakukan pengawasan yang lebih ketat, berbeda dengan TPS yang diluar. Kalau di TPS luar mungkin pengawasan dari PPS atau PPK tidak terlalu darurat, karena banyak warga warga yang mengamankan jalannya pemungutan suara,” katanya. (GT)





























Comments