JAKARTA, INDONEWS – Setelah absen karena pandemi Covid-19, perhelatan Jakarta Fashion Food Festival (JF3) hadir kembali pada 1 sampai 6 September 2022.
Tahun ini, JF3 Fashion Festival mengawali dengan rangkaian perhelatan mode yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia dalam tema ‘Cultural Diversity’.
JF3 Fashion Festival resmi dibuka pada Kamis (1/9/2022) malam di area Fashion Tent La Piazza, Summarecon Mall Kelapa Gading.
Acara pembukaan dimeriahkan dengan peragaan teatrikal dari merek perhiasan The Palace, parade busana dari para desainer atau jenama yang berpartisipasi, serta penganugerahan Fashion Icon Awards.
Selain mendukung UMKM, JF3 juga ikut mengedukasi masyarakat untuk menerapkan gaya hidup yang memberikan manfaat bagi Bumi.
Sustainability, sebuah upaya yang beretika dalam menjaga lingkungan juga keadilan sosial menjadi salah satu gerakan yang ikut dijalankan dalam JF3 tahun ini. Kegiatan pelestarian budaya yang menjadi misi JF3 juga terus konsisten dilakukan dalam setiap tahun penyelenggaraan.
Berbagai kreasi dan upaya anak bangsa ini menempatkan JF3 sebagai salah satu kegiatan andalan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan masuk dalam agenda kegiatan nasional Kharisma Event Nusantara 2022.
Turut hadir di acara pembukaan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno.
Chairman JF3 Soegianto Nagaria mengatakan, banyak perubahan dan penyesuaian dalam JF3 kali ini.
“Selain rebranding dari JFFF menjadi JF3, acara mode dan kuliner untuk pertama kalinya berlangsung secara terpisah sejak digelar pada 2004 demi memberikan pengalaman yang maksimal bagi pengunjung,” kata Soegianto, saat jumpa pers jelang pembukaan, Selasa (6/9/2022).
Rangkaian acara mode yang dinamai JF3 Fashion Festival tersebut berlangsung pada 1-11 September. JF3 Fashion Festival terdiri dari peragaan busana dari sejumlah desainer dan jenama ternama Indonesia di Fashion Tent JF3 pada 1-6 September, dan Fashion Village, sebuah ekshibisi produk UMKM dari 51 jenama lokal, pada 1-11 September. Adapun festival kuliner dilaksanakan pada 9 September-9 Oktober.
Didukung sejumlah organisasi mode Indonesia seperti Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dan Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI), JF3 Fashion Festival.
“Tahun ini kami mengangkat dua tema penting, yaitu Sustainability, sebagai ajakan untuk memulai gerakan fashion yang bertanggung jawab secara sosial dan terhadap lingkungan untuk mendukung kelangsungan hidup,” ujar Soegianto Nagaria, dalam pembukaan JF3 fashion festival belum lama ini.
Menampilkan karya dari para nama besar seperti Didi Budiardjo, Chossy Latu, Mel Ahyar, Tuty Adib, dan Defrico Audy. Tidak ketinggalan jenama seperti Danjyohiyoji yang berkolaborasi dengan 3Second, dan Lakon Store.
Selain nama-nama mapan, JF3 juga memberi kesempatan kepada jenama baru yang sedang merintis. Secara perdana, JF3 memperkenalkan program pembekalan yang dinamai Pintu Incubator.
“Dari 18 peserta, kami kurasi lagi menjadi tujuh yang karyanya tampil pada 3 September nanti. Harapannya, mereka bisa kami bawa ke Paris pada Maret tahun depan untuk diperkenalkan kepada para buyers di sana,” ujar Soegianto.
Sementara itu, sang Maestro fashion Indonesia, Samuel Wattimena mengatakan, sesuai arti harfiahnya adalah prasasti, melalui pagelaran Tamra Nusantara.
“Koleksi Nusantara diharapkan dapat menjadi prasasti yang menorehkan nama Bangsa Indonesia di kancah Internasional,” ujar Samuel Wattimena. (Cici)




























Comments