BOGOR, INDONEWS | Setiap tanggal 2 Mei selalu diperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), sebagaimana penetapan pemerintah sesuai hari kelahiran Ki Hajar Dewantara, bapak pendidikan nasional.
Berbagai acara dalam upacara tersebut tersajikan baik oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah di seluruh tanah air. Meski pun diperingati secara nasional, namun 2 Mei tidak dijadikan hari libur nasional.
Untuk Hardiknas tahun ini, pemerintah lewat Kemendikbudristek menetapkan tema “Bergerak Bersama Lanjutkan Merdeka Belajar”.
Tidak ketinggalan, Pemerintah Kabupaten Bogor pun ikut memperingatinya. Kali ini pelaksanaannya dipusatkan di Kecamatan Sukajaya yang dipimpin langsung Pj. Bupati Bogor, Asmawa Tosepu.
Dalam sambutannya, Asmawa mengajak semua tenaga pengajar, guru, untuk mengoptimalkan metode pengajaran “Merdeka Belajar”.
“Metode merdeka belajar diterapkan pemerintah di era teknologi informasi memang masih termasuk hal baru. Untuk itu, semua pihak termasuk siswa harus adaptif dengan perubahan baru ini,” kata Asmawa.
Ia juga menekankan tiap guru harus dapat menjadi teladan yang baik, berintegrasi yang menjadi kata kunci dalam mencetak generasi yang unggul.
“Sektor pendidikan menjadi salah satu program skala prioritas Kabipaten Bogor untuk terus melakukan perbaikan sarana-prasarana. Tetapi juga yang terpenting adalah bagaimana kita merealisasikan penuntasan wajib belajar (wajar) 9 tahun dan 12 tahun,” katanya.
Intinya, imbuh Asmawa bahwa metode Merdeka Belajar adalah cara untuk membebaskan para guru dan siswa dalam menentukan sistem pembelajaran yang bertujuan menciptakan pendidikan yang menyenangkan dimana penekanannya lebih ke aspek ketrampilan.
Selain dilaksanakan di Sukajaya pada tanggal 7 Mei 2024, Pemkab Bogor juga melaksanakan Semarak Hari Pendidikan Nasional di Stadion Pakansari.
Kepala Dinas Pendidikan, Bambang W. Tawekal, dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa metode merdeka belajar merupakan bagian upaya meningkatkan kualitas pendidikan.
“Dalam semarak hari pendidikan hari ini, ada sejumlah stand kreativitas sekolah mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA/ SMK,” jelasnya.
Hal lain yang disinggungnya, yakni masih tingginya angka putus sekolah di Kabupaten Bogor.
“Ini pengakuan jujur, karena nemang demikian realitanya. Di mana setiap tahun semakin bertambah,” ujarnya.
Berdasarkan himpunan Media-Indonews, yang perlu diperhatikan juga bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu poin dalam program “Pancakarsa”, yaitu Bogor Cerdas.
Mengakhiri sambutannya, Bambang mengatakan bahwa momen Hardiknas ini membuat rumusan strategi penerapan yang tentu saja melibatkan SKPD lain seperti Disdukcapil, DPMD, dan lainnya, guna meminimalisir anak putus sekolah. (Johnner-SAS/Firman)





























Comments