BOGOR INDONEWS – Aksi kejahatan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di kawasan PTM 3 Ruko Elit Metland, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor pada Senin (7/11/2022) seolah tak bisa diatasi oleh pihak keamanan Metland.
Pasalnya, curanmor tersebut sering terjadi sehingga sangat meresahkan para penghuni ruko dan pengunjung ruko, sehingga menuai sorotan dari berbagai element masyarakat termasuk LSM Penjara.
Ketua LSM Penjara, sekaligus Aktivis Sosial, Romi Sikumbang mempertanyakan kinerja pihak keamanan Metland yang setiap hari bertugas menjaga keamanan wilayah tersebut,
“Keamanan Metland pada kemana? Katanya jaga keamanan, tapi kejadian curanmor kok sering terjadi, dan tak bisa diatasi,” ujarnya, setengah bertanya.
“Bagaimana wilayah Metland mau ramai dan maju, sementara pihak keamanan tidak bisa menjamin keamanan para penghuni ruko dan pengunjung,” katanya.
“Penghuni ruko dan pengunjung butuh kenyamanan dan keamanan, tapi kalu seperti ini, pengunjung dan penghuni enggak nyaman. Sementara pihak keamanan sendiri terindikasi sibuk ngurusin pedagang,” tegasnya, Selasa (8/11/2022).
Romi berharap pada pihak keamanan (security) Metland untuk lebih meningkatkan keamanan dan memperbaiki sistem keamanannya agar penghuni dan pengunjung nyaman.
“Saya harap pihak security Metland lebih intens dalam melakukan pengamanan supaya penghuni dan pengunjung nyaman,” harapnya.
Di tempat terpisah, Kepala Bagian Keamanan Metland, Acep Komarudin saat dikonfirmasi melaui pesan WhatsAap terkait sejauh mana penerapan pengamanan di Metland dalam rangka meminimalisir kasus curanmor, ia tidak menjawab.
Sementara itu, Kapolsek Cileungsi, Kompol Andri Frans Ferdiawan saat dikonfirmasi menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah ikut membantu menjaga keamanan lingkungan sehingga sempat menggagalkan aksi pencurian.
“Ya menangapi hal tersebut, pertama tama kami berterima kasih atas informasi yang diberikan. Kami bersyukur karena tidak ada yang menjadi korban percobaan pencurian kendaraan bermotor. Atas kesigapan petugas parkir yang mengetahui kendaraan yang terparkir akan dicuri, petugas parkir dapat menggagagalkan percobaan pencurian kendaraan tersebut,” paparnya.
“Melihat kejadian tersebut, kita dapat belajar bahwa petugas keamanan bukan hanya saja diemban oleh kepolisian, namun pengamanan swakarsa yang dapat dilakukan oleh petugas sekuriti, keamanan lingkungan, petugas parkir, linmas dan lain sebagainya,” tambah Andri.
“Yang dapat melaksanakan tugas kepolisian terbatas, seperti penjagaan, patroli dan mengamankan seseorang yang dapat diduga sebagai pelaku kejahatan. Ini artinya kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan sudah terbentuk melalui penyuluhan dan himbauan yang sudah diberikan oleh petugas kepolisian,” tuturnya
Maka dari itu, pihaknya mengajak semua unsur masyarakat di tempat lain untuk belajar dari pengalaman ini.
“Mari kita aktifkan kembali Siskamling dengan melaksanakan ronda dan patroli lingkungan pada jam rawan,” jelasnya.
Lebih lanjut Kompol Andri menegaskan, hal ini sangat efektif untuk mencegah kejahatan terjadi, dari pada menangani setelah kejahatan terjadi. Menurutnya, jika mengandalkan petugas yang jumlahnya minim, tentunya akan kesulitan untuk membackup wilayah yang cukup luas.
“Namun jika unsur masyarakat sadar bahwa keamanan adalah sebuah kebutuhan, mari kita bersama-sama menjaga lingkungan kita dan berperan aktif dengan kembali mengaktifkan Siskamling atau Ronda,” tutupnya. (Firm)





























Comments