SUMEDANG, INDONEWS | Tidak mudah mempertemukan empat tokoh Partai Golkar dalam satu panggung kegiatan keagamaan. Namun, Ketua DPD Al Hidayah Kabupaten Sumedang, Hj. Yuslita Sumartini Bilqis, S.M., yang akrab disapa Bunda Bilqis, berhasil mewujudkan momentum tersebut dalam Pengajian Rutin DPD Al Hidayah Kabupaten Sumedang di Islamic Center Sumedang, Kamis (13/8/2026).
Kehadiran mereka menjadi bukti nyata kepercayaan terhadap kepemimpinan Bunda Bilqis dalam mengelola organisasi.
Empat tokoh yang hadir yakni Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat sekaligus Anggota Fraksi Golkar DPR RI, H. Daniel Mutaqien Syafiuddin didampingi Sekjend DPD partai Golkar Jawa Barat, Ahmad Hidayat, S.Ikom, Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Sumedang, Majalengka, dan Subang, Galih Dimuntur Kartasasmita; Anggota DPRD Jawa Barat Dapil Sumedang, Majalengka, dan Subang, H. Yomanius Untung, S.Pd., M.M.; serta Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang sekaligus Ketua DPRD Sumedang, H. Sidik Jafar, S.E.
Pengajian yang dihadiri ribuan jemaah dari 26 kecamatan ini berlangsung dalam suasana religius, kekeluargaan, dan semangat kebangsaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Al Hidayah bukan hanya tempat untuk berkumpul dan mengikuti pengajian. Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang mempererat ukhuwah, meningkatkan pemahaman keagamaan dan membangun kepedulian sosial,” ujar Yuslita.
Di bawah kepemimpinan Bunda Bilqis, Al Hidayah diposisikan bukan sekadar ruang pengajian, melainkan wadah memperkuat ukhuwah, membangun kepedulian sosial, mengapresiasi jemaah, menghormati para pini sepuh, sekaligus menyiapkan regenerasi organisasi.
Bentuk Dukungan Empat Tokoh Golkar
Kehadiran para tokoh Golkar dalam pengajian ini diwujudkan lewat sejumlah bentuk apresiasi. H. Daniel Mutaqien Syafiuddin menyerahkan penghargaan kepada kecamatan dengan jumlah jemaah terbanyak. Juara pertama meraih uang pembinaan Rp7,5 juta beserta piala bergilir, juara kedua Rp5 juta, dan juara ketiga Rp2,5 juta. Ia juga membagikan sekitar 7.200 bingkisan berupa payung dan tumbler kepada para jemaah.
Galih Dimuntur Kartasasmita memberikan uang pembinaan sekaligus menyematkan atribut Al Hidayah secara simbolis kepada perwakilan gen-Z kaderisasi dari 26 kecamatan. Sementara itu, H. Yomanius Untung menyerahkan uang pembinaan kepada para pini sepuh dan perintis Al Hidayah sebagai bentuk penghormatan atas fondasi yang telah mereka bangun.
Terakhir, H. Sidik Jafar secara simbolis membagikan Kartu Tanda Anggota (KTA) Al Hidayah kepada anggota organisasi.
Fokus Regenerasi dan Pemberdayaan Generasi Muda
Bagi Bunda Bilqis, keberadaan Al Hidayah tidak berhenti pada rutinitas pengajian. Organisasi ini juga diarahkan menjadi ruang kaderisasi dan pemberdayaan, terutama bagi generasi muda. Yuslita menilai regenerasi menjadi kunci keberlanjutan organisasi, sehingga Gen Z Al Hidayah didorong untuk tidak sekadar menjadi pelengkap kegiatan, melainkan benar-benar diberi ruang untuk belajar, tampil, berorganisasi, dan mengambil peran.
“Generasi Z adalah bagian penting dari masa depan Al Hidayah. Mereka harus diberikan kesempatan untuk belajar, tampil, berorganisasi dan mengambil peran,” katanya.
Di tengah momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Al Hidayah Sumedang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat silaturahmi, meningkatkan kualitas keagamaan, memperluas kepedulian sosial, dan menyiapkan regenerasi organisasi. Panggung kebersamaan ini menjadi pesan penting bahwa ketika organisasi dikelola dengan komunikasi, konsolidasi, dan kepercayaan, perbedaan posisi tidak harus menjadi sekat, melainkan dapat menjadi energi untuk membangun kebersamaan yang lebih besar bagi Al Hidayah dan masyarakat Sumedang. (*/rls)





























Comments