0

BOGOR, INDONEWS – Sejumlah sarana penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Raya Narogong, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor, Jawa Barat tidak berfungsi alias padam, sehingga suasana jalan gelap gulita saat malam hari.

Salah satu warga Desa Limusnunggal mengatakan, sesuai pantauannya saat malam hari, di jalan provinsi yang masuk Desa Limusnunggal sampai ke perbatasan Kota Bekasi itu ada 24 titik lampu yang terpasang di tiang listrik dalam keadaan mati.

Akibatnya, sepanjang jalan di Desa Limusnunggal yang merupakan jalan utama menuju Kota Bekasi gelap gulita, rawan kecelakaan dan rawan pembegalan. Padahal, penerangan lampu jalan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, sehingga bisa mengurangi angka kecelakaan dan mengurangi potensi angka kriminal.

“Kepada Dishub Provinsi Jabar, saya atas nama keamanan Kasatgas Desa Limusnunggal memohon agar PJU ini diperbaiki, karena rawan kecelakaan, rawan penjambretan dan begal,” ujar Suminta, kepada wartawan, Rabu (5/4/2023).

Suminta menambahkan, pada saat dirinya berpatroli, sebanyak 24 titik PJU antara perbatasan Bekasi-Bogor sampai ke wilayah Metland Rawahingkik dalam kondisi mati.

BACA JUGA :  Diduga Tak Berizin, Bangunan 2 Lantai Berdiri di Lahan Konservasi Hambalang

“Saya mohon dengan sangat kepada pihak provinsi atau dishub provinsi agar sarana penerangan ini diperbaiki karena saat ini kondisinya mati semua,” katanya.

Apalagi saat ini bulan puasa, menurutnya rawan terjadi tawuran, remaja nongkrong yang berpotensi melakukan tindakan negatif dan menyebabkan keresahan masyarakat.

“Selain itu, sering juga terjadi kecelakaan lalu lintas, penodongan, penjambretan dan pembunuhan, karena jalan tersebut gelap gulita. Saya berharap secepatnya ada perbaikan agar hal ini tidak menjadi penyebab rawan kecelakaan dan rawan kriminal,” tutupnya. (Firm)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor