Ancaman Nyata bagi Ketahanan Pangan Nasional
BIREUEN, INDONEWS — Sudah bertahun-tahun lamanya, ratusan hektar lahan pertanian di Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, dibiarkan tanpa sumber pengairan yang memadai.
Kondisi ini tidak hanya memukul perekonomian masyarakat setempat, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan program ketahanan pangan nasional yang selama ini terus digalakkan oleh Pemerintah Pusat.
Pantauan media ini, Senin (9/2/2026), menjelang Bulan Suci Ramadhan, memperlihatkan hamparan lahan pertanian di Kecamatan Peudada yang kering kerontang dan menyerupai semak belukar.
Tanpa aliran air, lahan-lahan produktif tersebut terbengkalai, seakan kehilangan harapan untuk kembali ditanami dan memberi kehidupan bagi masyarakat sekitarnya.
Padahal, apabila sistem pengairan dapat difungsikan dengan baik, lahan pertanian di kawasan ini diyakini mampu menjadi sumber penghidupan bagi ratusan kepala keluarga.
Aktivitas bercocok tanam hingga musim panen padi akan membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus menekan angka pengangguran secara alami.
Lebih dari itu, pengaktifan kembali lahan pertanian di Peudada bukan semata persoalan ekonomi lokal, melainkan bagian penting dari upaya menjaga ketersediaan pangan nasional.
Ketika satu wilayah kehilangan produktivitas pertaniannya, dampaknya dapat merambat hingga ke tingkat yang lebih luas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak dinas terkait belum dapat dikonfirmasi karena masih disibukkan dengan penanganan pasca banjir yang melanda beberapa wilayah dalam beberapa hari terakhir.
Namun demikian, masyarakat berharap kondisi tersebut tidak menjadi alasan tertundanya perhatian terhadap persoalan pertanian yang telah berlangsung lama.
Para petani di Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, kini hanya menggantungkan harapan pada keseriusan pemerintah, baik daerah maupun pusat, agar segera mengambil langkah konkret.
Mereka mendambakan solusi nyata, khususnya pembangunan dan perbaikan sistem irigasi, agar lahan pertanian dapat kembali berfungsi dan menjadi penopang kehidupan masyarakat serta ketahanan pangan bangsa. (Hendra)





























Comments