0

BIREUEN, INDONEWS – Sebanyak 42 orang peserta dari Sekolah Pengerak di Bireuen mengikuti Lokakarya Kurikulum, Program Sekolah Penggerak Anggakatan I tahun 2022 yang dilaksanakan Balai Guru Pengerak Propinsi Aceh berada dibawah Direktorat Jenderal dan Tenaga Kependidikan.

Lokakarya dibuka Langsung Kadisdikbud Bireuen, Muhammad Almuttaqin S.Pd., M.Pd di Aula Hotel Luxury Bireuen, Kamis (20/10).

“Lokakarya Kulikulum angkatan I melibatkan kepala sekolah dan 2 orang guru komite pembelajaran. Jumlah sekolah 12, kepala sekolah 12 orang dan masing guru pembelajaran 2 orang. Jadi jumlah 24 orang, sehingha total peserta keseluruhannya sebanyak 42 orang,” jelasnya.

Dari 42 orang peserta ini, imbuh Almuttaqin, nantinya akan terus dibimbing oleh fasilitator yang sudah ahli. Mereka cukup terlatih karena sudah lulus dari beberapa seleksi yang sebelumnya  dilakukan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.

“Semoga apa yang didapat nantinya dalam pelatihan ini, dapat kita implementasikan, sehingga satuan pendidikan kita dapat menjadi contoh bagi  sekolah lainnya,” harap Almuttaqin.

Sementara itu, Staf  Subbag Umum, Riadi Syah Putra S.Pd., M.Pd., kepada Media-Indonews.com berharap, dengan pedampingan dari fasilitator, semua yang didapatkan para peserta dapat diterapkan pada satuan pendidikan.

BACA JUGA :  Gedung Sekolah SMPN 2 Abung Surakarta Direhab, Ini Harapan Guru dan Murid

“Yang pentingnya lagi, ada perubahaan dimana sebelumnya mereka belum memahami konsep Kurikulum Merdeka, belajar, sekarang sudah faham. Begitu juga sebelumnya, belum mengenal konsep kurikulum sekolah pengerak, sekarang sudah memahaminya,” kata Riadi.

Ia menambahkan, kepala sekolah diharapkan bisa menjadi mentor bagi guru-guru, tidak hanya mahir dibidang pengelolaan operasional saja.

“Dan harapannya, juga para guru-guru setelah mengikuti pelatihan ini bisa mengenal pembelajaran yang sifatnya berbeda-beda, akan diberikan kepada siswa, karena siswa memiliki kemampuan berbeda-beda dan pembelajaran kedepannya harus difokuskan kepada siswa berbasis project,” katanya.

“Dimana mereka sendiri harus mampu memiliki lima project pembelajaran Pancasila.Yang mana dimana Visi Pendidikan Indonesia, yaitu, Menjadikan Indonesia Negara Yang Berdaulat, Mandiri dan Berkarakter,” tambanya.

Menurut dia, semua komunitas dan masyarakat bisa mendukung sepenuhnya kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.