0

BANDA ACEH, INDONEWS | Pj. Gubernur Aceh Safrizal ZA mengimbau masyarakat Aceh agar selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometereologi basah yang akan terjadi di akhir tahun.

Seperti disampaikan Pj. Gubernur Aceh Safrizal kepada wartawan selesai menghadiri puncak kegiatan peringatan bulan pengurangan risiko bencana tahun 2024, yang dilaksanakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Balee Meuseuraya Aceh, Kamis kemarin.

“Kita sudah memasuki akhir tahun, namun kebiasaan pada bulan ber-ber ini potensi bencana yang kemungkinan terjadi itu hidrometereologi basah, seperti banjir dan longsor, kerab terjadi. Oleh sebab itu, kita selalu mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melakukan upaya antisipasi penangulangan bencana,” kata Safrizal.

“Alhamdulillah seperti apa yang telah kita sampaikan kepada Kepala BNPB tadi, dimana trend bencana di Aceh di tahun 2024 ini menurun dikarenakan adanya upaya sosialisasi mitigasi bencana yang dilakukan pemerintah melalui BNPB, BPBA dan sejumlah lembaga lainnya,” tambahnya.

Selain itu, tambah Pj Gubernur Aceh, pemahaman serta kesadaran masyarakat tentang mitigasi juga sudah sangat baik. Persoalan ini sudah menjadi salah satu faktor angka kejadian bencana di Aceh yang relatif kecil mulai tahun 2024.

BACA JUGA :  Aktivis Gerakan Pemuda Ansor Aceh Soroti Sindikat Ormas Bandit Obat Jenis Tramadol

Meski demikian, Safrizal mengingatkan, sosialisasi mitigasi harus terus dilakukan secara masif, supaya pemahaman masyarakat tentang kesiapsiagaan semakin baik.

“Kita tidak bisa mencegah bencana, akan tetapai kita bisa meminimalisir dampak bencana, baik korban nyawa maupun harta benda. Oleh sebab itu sosialisasi terkait mitigasi bencana harus terus jangan henti-hentinya kita lakukan secara masif, untuk membangun kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana yang datang secara tiba-tiba,” ucapnya.

“Pemerintah Aceh juga siap terjun langsung mengirimkan personel dan bantuan lainnya ke daerah-daerah yang sedang tertimpa bencana,” sebut Safrizal.

Safrizal mengapresiasi BNPB atas penunjukan Aceh sebagai tuan rumah peringatan bulan PRB 2024. Ia optimis kegiatan seperti ini mampu membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemahaman terkait mitigasi bencana, dalam upaya membangun kesiapsiagaan dan tangguh bencana di Khususnya di Propinsi Aceh, umunya di Wilayah NKRI.

Sementara Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan, meski kegiatan berupa seremoni, pada Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) pihaknya juga melakukan aksi nyata, dari penanaman mangrove, sosialisasi terkait mitigasi bencana dan bentuk kegiatan lainnya.

BACA JUGA :  Rapat Bersama Kemendagri, Haji Uma Minta Keputusan Pulau di Singkil Jadi Milik Sumatera Utara Agar Dikaji Ulang

“Pada tahun 2024, tren bencana cenderung menurun, kecuali di Provinsi Jawa Barat dan Sumatera Barat yang mangkin tinggi angka kejadian bencananya,” kata Suharyanto.

Dalam hal ini, Kepala BNPB sangat yakin salah satu faktor penurunan ini disebabkan adanya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang mitigasi bencana.

“Upaya mitigasi akan terus kita lakukan secara masif, sebab BNPB akan terus mendukung peringatan 20 tahun tsunami Aceh pada 26 Desember mendatang agar pesan mitigasi disampaikan lebih luas kepada masyarakat,” jelas Kepala BNPB. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.