0

BIREUEN, INDONEWS – Pj. Bupati Bireuen, Aulia Sofyan membuka MTQ XXXVI tingkat Kabupaten Bireuen tahun 2023 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Cot Gapu.

Dalam sambutannya, Aulia Sofyan mengaku sangat bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan untuk bisa berkumpul menghadiri Pembukaan MTQ XXXVI Tingkat Kabupaten Bireuen.

“Salam hormat kepada Ketua DPRK, kapolres, Dandim 0111 Bireuen, Ketua Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Makamah Syariah, Kakanmenag, Kepala Dinas, dewan hakim yang dimuliakan, rekan wartawan, para peserta dan para tamu undangan lainnya,” ucap Aulia.

“Hari ini kita melihat bagaimana anak-anak kita untuk menjalankan pendidikan SD, SMP, SMA bahkan mahasiswa, banyak sekali yang enggak bisa membaca Alqur’an dan Aceh adalah satu-satunya daerah yang mewajibkan calon legeslatif maupun kepala daerah harus bisa membaca Alqur’an, baru bisa lulus untuk menjadi calon legeslatif atau pun kepala daerah dan ini kekhususan yang sangat luar biasa,” ungkap Aulia.

Pemerintah Kabupaten Bireuen, Melalui Dinas Syariat Islam menurutnya, sangat menghargai bisa enggaknya seseorang membaca Alqur’an, sehingga mereka bisa lolos untuk menjadi anggota legislatif dan kepala daerah.

BACA JUGA :  Wali Siswa MIN di Bireuen Keluhkan Pembelian Baju Seragam pada PPDB

“Di sisi lain, kondisi kita hari ini sangatlah lemah. Dimana masih banyak anak kita belum bisa membaca Alquran, maka inilah fungsi dari diadakanya MTQ. Bukan hanya kita syiarkan Syariat Islam, akan tetapi kita harus tahu amalkan dan tahu dari isi Alqir’an itu sendiri,” paparnya.

“Ini adalah tugas yang paling besar bagi Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam rangka membina dan mendidik masyarakat Bireuen,” sambungnya.

Bupati Bireuen, berterima kasih kepada Kadis Syariat Islam, Anwar S.Ag., M.A.P., yang sudah bekerja keras demi mewujudkan MTQ ke-36 dengan persiapan luar biasa.

“Bireuen merupakan kota santri, banyak pesantren di Bireuen dibandingkan kabupaten lain. Ini juga menjadi tantangan pemerintah, ditambahkan dengan maraknya pecandu narkoba (barang haram shabu), namun bagaimana strategi kita untuk menghapus atau mengintruksikan agar para kosumsi shabu bisa kita cegah. Salah satunya adalah seperti diadakanya MTQ, melakukan pengajian, dan mengajak masyarakat beserta anak-anak muda,” katanya.

“Dalam seminggu ini, kita menginformasikan kepada masyarakat secara meluas bagaimana perlombaan MTQ kita harapkan berlangsung sukses, sehingga mampu menghasilkan para juara untuk mengikuti kompetisi di Simelue tingkat propinsi, dimana kita bisa mengirim peserta sampai mereka bisa melaju sampai ke tingkat nasional,” jelasnya.

BACA JUGA :  Perangkat Daerah Agar Selesaikan Penyusunan LKPJ Bupati Bekasi Sesuai Jadwal

Atas nama Pemerintah Kabupaten Bireuen, Aulia Sofyan mengajak orangtua untuk melatih anak-anak sebagai generasi penerus membiasakan untuk sholat berjama’ah serta ikut pengajian.

“Selain itu, biasakanlah kita sebelum berangkat kerja selalu membaca Alqur’an, sebab membaca  Alqur’an adalah hal yang membangakan buat kita. Alquran akan menjadi saksi buat kita bila kita meninggal dunia nanti di alam kubur,” ungkapnya.

Sewaktu kecil, Aulia Sofyan juga menceritakan bahwa dirinya bersama para orang tua dahulu, setiap habis sholat Insya selalu meluangkan waktu 30 hingga 1 jam untuk membaca Ayat Suci Alqur’an.

Menurut Aulia Sofyan hari ini di Kabupaten Bireuen hal semacam ini sudah sangat kurang sekali. Maka, bupati mengajak camat, keuchik, pemuka masyarakat dan orang tua untuk kembali memberikan bimbingan kepada anak-anak untuk sholat berjamaah dalam satu hari lima waktu, serta mengaji.

Bupati juga mengingatkan kepada setiap orangtua agar tidak membiarkan anaknya untuk keluar malam hingga larut. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pemerintahan