0

BIREUEN, INDONEWS – Pemerintah Kabupaten Bireuen melarang keras penjualan dan Penyalahgunaan Lem Goat (Cap Kambing) untuk generasi muda.

Larangan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Pj. Bupati Bireuen Aulia Sofyan Ph.D yang dikeluarkan pada tanggal 2 Oktober Nomor 451/1215/2023, tentang larangan Lem Goat (Cap Kambing) dan sejenisnya untuk anak-anak, pelajar dan remaja dalam wilayah Kabupaten Bireuen.

Pj. Bupati Bireuen Aulia Sofyan Ph.D

Pj. Bupati Bireuen Aulia Sofyan Ph.D

Surat Edaran tersebut berisikan :

  1. Dalam rangka menjaga dan melindungi anak-anak, pelajar dan remaja dari penyalahgunaan lem goat (Cap Kambing) dan sejenisnya yang dapat mempengaruhi sistem saraf, mengakibatkan mabuk, pusing, ketidaksadaran, gagal jantung serta kematian.
  2. Untuk itu diminta kepada seluruh pedagang dalam wilayah Kabupaten Bireuen agar tidak menjual lem Goat (Cap Kambing ) kepada anak-anak, pelajar dan remaja.
  3. Kepada orang tua dan masyarakat agar selalu mengawasi anak-anak, pelajar serta remaja dari penyalahgunaan lem goat (Cap Kambing) sehingga terhindar dari bahaya dalam penyalahgunaan lem tersebut.

Penyalahgunaan lem goat dikarenakan mengandung bahan pelarut yang mudah dihirup. Zat aktif tertentu dalam lem, yang terhirup dapat mempengaruhi sistem saraf pusat (otak), sehingga dapat memberikan sensasi mabuk.

BACA JUGA :  Polres Bangka Barat Didatangi Dandim 0431 dan Danpos TNI AL Mentok

Penyalahgunaan zat aktif lem yang dihirup lebih dari sekali dalam periode waktu yang lama akan memicu perubahan pada fungsi dan kerja saraf otak.

Bahkan jenis zat tertentu yang digunakan dengan sangat berlebihan akan merusak otak secara permanen atau membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengalami perbaikan.

Penyalahgunaan zat aktif dapat menyebabkan kecanduan, dimana seseorang mengalami keinginan kuat untuk menggunakan zat, melakukan segala cara untuk menggunakan zat dan bila tidak menghirup/mengkonsumsi zat tersebut akan mengalami gejala fisik yang berhubungan dengan kondisi putus zat.

Kecanduan zat adiktif sangat mempengaruhi hidup seseorang, ia tidak dapat melakukan kegiatan sehari-hari, bekerja/belajar dan berinteraksi dengan keluarga serta masyarakat karena hidupnya terfokus untuk memenuhi keinginan menghirup zat tersebut.

Selain itu, sebagai efek samping dari zat adiktif juga mempengaruhi kerja otak, sehingga kadang seseorang kesulitan untuk bekerja dan belajar. (Hendra S)

You may also like

Comments

Comments are closed.