0

BIREUEN, INDONEWSPemerintah pusat menargetkan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen mulai dilaksanakan pada awal April 2026.

Hal ini disampaikan Kepala Posko Satuan Tugas (Satgas) Wilayah Aceh Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, saat ditemui awak media di Pendopo Bupati Bireuen, Senin (16/3) sore.

Safrizal menjelaskan, proses pembangunan akan segera dimulai setelah seluruh data korban diverifikasi secara akurat.

“Insya Allah, setelah semua data terverifikasi dengan baik, awal April seluruh lokasi rumah yang rusak parah dan hilang di Kabupaten Bireuen sudah mulai dibangun,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa percepatan pembangunan Huntap merupakan instruksi langsung dari Kasatgas Nasional, Tito Karnavian, agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih cepat, khususnya dalam hal validasi data korban sehingga masyarakat terdampak banjir dan longsor dapat segera memperoleh tempat tinggal yang layak.

Menurut Safrizal, berdasarkan data yang telah diterima, hampir seluruh calon penerima Huntap di Kabupaten Bireuen sudah dinyatakan valid. Saat ini hanya tersisa sebagian kecil data yang masih dalam proses verifikasi dan diyakini akan segera rampung dalam waktu dekat.

BACA JUGA :  Gampong Batee Tunggai Samadua Ikut Cabut Rekomendasi Tambang PT Empat Pilar Bumindo

Menanggapi aksi protes sejumlah korban banjir yang mengungsi ke Kantor Pemerintah Kabupaten Bireuen, Safrizal meminta Bupati dan jajaran pemerintah daerah untuk tetap melayani mereka dengan baik.

Ia juga mengingatkan bahwa sebagian dari para pengungsi tersebut diketahui telah menerima Dana Tunggu Hunian (DTH).

“Jika saudara-saudara kita sudah mendapatkan DTH, seharusnya tidak lagi mengungsi, apalagi mendirikan tenda di area pusat administrasi pemerintahan,” katanya.

Kunjungan Safrizal ke Bireuen juga dalam rangka menyerahkan bantuan dari Presiden Prabowo Subianto untuk para korban banjir. Bantuan tersebut meliputi 250 Al-Qur’an, 500 sajadah, 250 sarung, 250 mukena, 5.000 celana, 300 jaket, 1.000 kemeja, 1.000 sarung tambahan, 1.000 paket aneka pakaian, serta 500 jilbab.

Selain itu, Satgas PRR Aceh juga menyerahkan 600 paket peralatan dapur bagi para korban terdampak bencana. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dan disaksikan oleh Bupati Bireuen H. Mukhlis, Wakil Bupati Bireuen H. Razuardi Ibrahim, Pj Sekda Bireuen Hanafiah, serta sejumlah kepala dinas terkait.

Dalam arahannya di Gazebo Pendopo Bupati Bireuen, Safrizal menegaskan bahwa proses penanganan pascabencana terus dipercepat. Menurutnya, data yang akurat menjadi kunci utama dalam menentukan kecepatan penanganan selanjutnya.

BACA JUGA :  Diduga Cemarkan Nama Baik, R Dilaporkan Ke Polda Babel

Data korban bencana harus disusun by name by address agar tepat sasaran, sekaligus dilengkapi dengan pilihan bentuk hunian, baik Huntap komunal maupun Huntap insitu.

Sebagai penutup, Safrizal mengingatkan bahwa proses pemulihan pascabencana memerlukan kerja sama semua pihak.

“Bencana boleh meruntuhkan rumah, tetapi tidak boleh meruntuhkan harapan. Dengan kebersamaan dan data yang jujur, kita membangun kembali kehidupan yang lebih kuat dari sebelumnya.” (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.