0

BOGOR, INDONEWS – Diduga berkedok toko kosmetik, salah satu toko di Rawa Putat, RT 02, RW 14, Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor Jawa Barat diduga menjual obat keras daftar G ilegal, juga tanpa ijin edar dan tanpa resep dokter. Jenis obat yang dijual adalah Tramadol dan Hexymer, atau obat penenang.

Hal tersebut diketahui, saat dikonfirmasi langsung kepada si penjaga toko inisial M (25). Ia mengaku menjual obat jenis Tramadol dan Hexymer dengan harga terjangkau.

“Satu plastik kecil isi 8 butir Hexymer dijual Rp. 10 ribu. Kalau Tramadol satu strip  Rp.40 ribu,” kata M, saat kepada wartawan.

M juga mengatakan bahwa toko ini beroperasi sejak lama. Ia juga mengaku untuk kordinasi ke tingkat atas adalah urusan bos, sementara ke pihak lainnya, ia mengaku tidak tahu.

Di tempat terpisah, Ketua RT 02, Ade saat dikonfirmasi mengaku tahu tempat tersebut. Ia menyebut toko tersebut sudah berkali-kali didatangi aparat, namun tetap beroperasi lagi.

“Iya tempat itu saya tahu. Memang toko kosmetik itu sudah berkali-kali didatangi aparat, bahkan sempat dibawa ke Polres Bogor, tapi beroperasi lagi. Saya sempat mau ngadain massa supaya pindah dari tempat itu,” ujarnya, Selasa (28/6/2022).

BACA JUGA :  Satpol PP dan Satgas DLH Sidak Usaha Loundry di Perumahan GMC Desa Bojong

Ade mengaku bahwa benar toko tersebut berada di lingkungannya, jalan Rawa Putat, Desa Cileungsi Kidul.

Ade mengaku bahwa dirinya juga curiga terhadap toko tersebut. “Di depan sih jualan shampo, handbody dan lainnya. Tapi anak-anak muda sering belanja, tidak tahu belanja apa. Toko itu sudah pernah didatangi sama Babinmas Cileungsi Kidul H. Usman,” tuturnya.

“Sampai dulu RT nya di belakang toko itu. Sampai RTnya mengundurkan diri karena dibawa ke polsek sama Polres Bogor, Ketua RT 02 Salmah,” imbuhnya.

“Intinya saya ingin toko itu tidak beroperasi lagi di wilayah Rawa Putat pak. Pihak yang punya rumah juga, yang ngontrakin toko itu bu haji Jenab,” tambahnya.

Ade juga memastikan akan mencari bukti tentang pelanggaran toko tersebut, dan siap menutupnya bersama warga.

“Kalau ada bukti, saya siap bersama-sama aparat semua. Memang itu yang saya inginkan dan didukung semua warga,” tutupnya. (Firm)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor