0

BOGOR, INDONEWS – Lelang proyek (tender) pada paket pekerjaan pembangunan jembatan Situ Nanggerang (jalur lambat arah Bojong Gede), Kecamatan Tajur Halang menuai kontroversi.

Pasalnya, pemenang tender proyek tersebut justru dibatalkan. Padahal, pekerjaan jembatan sangat dinantikan oleh masyarakat.

“Kami menunggu jembatan Situ Nanggerang segera dikerjakan. Eh malah pejabat yang diatasnya kusut begini. Pemenangnya dibatalkan, otomatis pengerjaannya mundur. Dan kami masyarakat terdampak,” ujar warga setempat yang mengaku bernama Asep, Kamis (14/7/2022).

Sementara berdasarkan keterangan yang dihimpun Media-Indonews.com, sebelumnya dilakukan rapat terkait pinjam akta cabang PPK. Lantas, mengapa setelah kontrak dibatalkan, pihak Unit Pelayanan Pengadaan (ULP) menunjuk pihak ketiga.

Terkait hal itu, Ketua DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Bogor Raya, Jonny Sirait menyayangkan langkah ULP yang menunjuk pihak ketiga.

“Pertama saya menilai ULP melakukan blunder, kecerobohan dengan memilih pihak ke 3. Akibat kekisruhan proyek ini, tentu dampaknya akan merugikan masyarakat. Bagaimana mungkin hal ini akan dilelang ulang, dengan waktu yang sudah mepet,” ujar Jonny, di Tajur Halang, Kamis (14/7/2022).

BACA JUGA :  Aksi Pencurian Motor dalam Hitungan DetikTerekam CCTV

Ia juga mempertanyakan, mengapa saat lalang tender tersebut sebelumnya ULP tidak melakukan cek and recek terhadap perusahaan yang ikut dalam pelelangan tersebut.

“Masa bisa, perusahaan yang bermasalah memenangkan tender. Kami tahu bahwa perusahaan pemenang tender ini sedang dalam sengketa, tapi anehnya bisa dimenangkan ULP. Bahkan diduga akta notaris yang menyebutkan dirut dan direksi lainnya bodong. Kenapa disebut bodong, karena presiden direktur sebelumnya beirinial Su, adalah mantan suami Ta yang kini jadi presdir baru, tapi tidak pernah ada jual beli sahamnya,” ungkap Jonny.

Pria berdarah Batak itu mengatakan, ULP harus bertanggung jawab atas kecerobohannya memenangkan perusahaan bermasalah untuk mengerjakan proyek jembatan tersebut.

“Kami dari GMPK akan terus bergerak mengawal dan menindaklanjuti permasalahan ini. Jika kemudian didapati adanya pelanggaran, apalagi itu dugaan korupsi maka kami akan melaporkannya,” tandas Jonny. (Firm)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor