BOGOR, INDONEWS – Dalam rangka menyambut Tahun baru Islam 1 Muharram 1444 Hijriah yang jatuh pada Sabtu (30/7/2022) besok, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bogot, H.R Bayu Syahjohan mengajak semua umat muslim untuk memperbaiki hidup dan meninggalkan keburukan.
“Pada momen istimewa pergantian tahun baru Islam ini, saya berharap, khususnya diri saya sendiri agar senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Mari kita perbaiki perilaku atau hidup dan meninggalkan keburukan,” ungkap H. Bayu, ditemui di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Bogor, Jumat (29/7/2022).
Bayu menuturkan, sebagai bulan yang dimuliakan Allah, mengerjakan amalan kebaikan di bulan ini akan tercurah kebaikan pula kepadanya.
“Abu Dzar ra berkata; Aku bertanya kepada Rasulullah SAW: Malam apakah yang lebih baik dan bulan apakah yang lebih utama? Beliau menjawab; sebaik-baiknya malam adalah pertengahannya. Bulan yang paling utama adalah bulan Allah yang kalian sebut Muharram. (HR. An-Nasa’i),” jelas Bayu.
Ditanya apa pengertian tahun baru hijriyah disebut juga tahun baru Islam, Bayu menjelaskan, pengertian tahun baru hijriyah adalah tahun baru dalam kalender hijriyah. Kalender hijriyah adalah kalender Islam.
“Jadi tahun baru hijriyah atau tahun baru islam merupakan salah satu momen penting bagi umat muslim di seluruh dunia. Kalender hijriyah memiliki sistem penanggalan yang berbeda dengan sistem penanggalan dalam kalender masehi, sebagaimana kita kenal dan pakai saat ini. Sistem penanggalan dalam kalender Islam adalah ditentukan berdasarkan siklus bulan,” paparnya.
Teladani Nabi
Lantas, pria kalem ini mengajak seluruh umat muslim, khususnya kader PDI Perjuangan agar pada momen ini senantiasa meneladani Nabi Muhammad SAW. Sebab, Tahun Baru Islam 1 Muharram berkaitan erat dengan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW. Zaman itu, hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah, sebagai langkah strategis dakwah. Juga menyikapi kondisi dan situasi yang sedang tidak kondusif pada masyarakat Mekkah.
“Hijrah memiliki arti perjuangan meninggalkan keburukan menuju ke arah yang lebih baik. Kini hijrah diartikan sebagai pembelajaran nilai kebaikan untuk diri sendiri. Seperti berani meninggalkan sesuatu hal buruk yang merugikan diri sendiri dan beralih hal yang lebih baik. Ini juga amat penting bagi kita bangsa yang besar, bagaimana merawat dan menjaga bangsa dan negara. Jadi implementasinya sangat penting,” papar Bayu.
Bayu menuturkan, Khalifah Umar bin Khattab sangat berperan dalam sejarah penetapan awal kalender hijriah yang menjadi awal tahun baru hijriah. Khalifah Umar bin Khattab dengan persetujuan Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib menjadi pemrakarsa penetapan awal tahun baru Islam.
“Pada tahun 622 Masehi yang merupakan tahun hijrahnya Nabi Muhammad SAW, menjadi tahun pertama kalender hijriah. Kala itu adalah tahun ke-17 setelah peristiwa hijrah atau 3-4 tahun saat kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab,” jelasnya.
Dari secuil sejarah tersebut, H. Bayu juga mengajak segenap bangsa, khususnya umat muslim agar ‘hijrah’ dari keburukan menjadi kebaikan. Dari yang sudah baik menjadi lebih baik serta dapat bersama-sama menjaga dan merawat NKRI.
“Bangsa Indonesia mayoritas muslim, namun kita itu tidak boleh lupa bahwa bangsa ini besar karena beberapa perbedaan. Hanya saja saling menghargai dan menghormati perbedaan itu harus terus dipupuk. Kita semua sedarah, satu bangsa, satu bahasa, satu negara. Maka melalui momen tahun Baru Islam ini, mari kita menjaga kerukukan, mari kita hijrah agar negara kita menjadi lebih baik,” pungkas H. Bayu, dalam wawancara secara ekslusif itu. (Mart)





























Comments