BOGOR, INDONEWS – Aktivis sosial sekaligus Ketua LSM Penjara, Romi Sikumbang menyoroti pernyataan keras Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, yang menyebutkan kinerja di Pemerintahan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, buruk dan lambat.
Rudy Susmanto beranggapan, buruknya kinerja Pemkab Bogor atau esekutif dalam menangani hal-hal teknis berdampak pada tersendatnya sejumlah program yang sudah dianggarkan pada APBD 2023.
Sementara Romi Sikumbang menilai, statemen Rudy Susmanto seperti tidak berkaca. Seolah dirinya sebagai Ketua DPRD selama ini bukan sebagai orang yang fungsinya mengawasi pelaksanaan roda pemerintahan Kabupaten Bogor, sehingga baru sadar atas hal tersebut.
“Kenapa baru sekarang bilang buruk dan lambat. Padahal kemarin atau tahun yang lalu juga sama kok, lambat dan buruk,” ujar Romi, Jumat (31/3/2023).
Romi juga mengaku heran, pernyataan tersebut bisa keluar dari Ketua DPRD, yang selama ini tugas dan fungsinya adalah pengawasan terhadap roda pemerintahan.
“Mestinya dia (Ketua DPRD, red) malu. Saya malah heran, kok bisa menyampaikan itu ke publik, apa dia enggak malu menyampaikan itu? Yang jadi pertanyaannya, fungsi legislatif yang mengawasi kinerja pemerintah daerah Kabupaten Bogor berarti tidak maksimal,” katanya lagi.
Romi menuturkan, statemen yang disampaikan Ketua DPRD ibarat Pepatah, Nepuk Air Dalam Dulang.
“Artinya sama saja, bahwa kinerja legislatif pun tidak maksimal dalam pengawasan, sehingga buruknya kinerja Pemerintah Kabupaten Bogor terkuak,” ujar Romi.
Ia berharap Ketua DPRD dan jajarannya lebih ketat dalam pengawasan terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Bogor, sehingga keterlambatan pencairan anggaran yang saat ini diributkan tidak terjadi lagi.
“Saya berharap kinerja DPRD lebih intens dan ketat dalam mengawasi kinerja Pemerintah Kabupaten Bogor demi terwujudnya pemerintahan yang baik dan lancar dalam penyaluran anggaran, dan juga birokrasinya,” tutup Romi. (Firm)




























Comments