0

BIREUEN, INDONEWS – Dalam rangka mengikuti ujian Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di tahun 2022, banyak sekolah agama terpaksa harus numpang di sekolah lain karena sekolah tersebut tidak memiliki jaringan internet.

Misalkannya MTSN 5 di Kecamatan Jeunieb direncanakan harus menumpang di MTSN 8 Bireuen.

Pantauan Media-IndoNews.com beberapa hari lalu, saat ini Kepala MTSN 5 Jeunieb menjali komunikasi dengan Kepala MTSN 8 Bireuen yang sudah sedikit memadai.

“Meskipun demikan, penambahan daya listrik dan pulsa internet juga harus diperbesar untuk menjaga-jaga terjadinya kemacetan pada saat berlangsungnya  ujian ANBK,” kata Kepsek MTSN 8 Bireuen, M. Yusuf.

Disinyalir keadaan seperti ini sudah sejak lama terjadi. Namun belum ada tanda-tanda perbaikan yang dilakukan pemerintah melalui Kementeruan Agama RI.

“Kalau persoalan seperti ini terus berlanjut, maka sulit bagi sekolah agama di Kabupaten Bireuen untuk ikut ANBK 2022 yang merupakan program penilaian mutu sekolah, madrasah, dan program kesetaraan di jenjang dasar dan menengah dan juga program evaluasi yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input,” paparnya.

BACA JUGA :  Kolaborasi ITB-IPB dan Kemendes Aplikasikan Inovasi Rumpon Portabel di Desa Kabetan Sulteng

Menumpang pada sekolah lain, imbuhnya, menjadikan beban bagi sekolah yang menumpang, anggaran transportasi yang harus dikeluarkan akan membengkak, misalkan uang makan dan minum bagi setiap siswa yang sedang mengikuti ujian.

“Maka harapan dari Kepala MIN/MTSN yang menumpang belum tersedianya  jaringan internet. Kondisi hari ini jarus segera diperdulikan,” tukasnya. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan