0

LAMPUNG UTARA, INDONEWS – Potret buram dunia pendidikan kembali terjadi di Lampung Utara. Fasilitas SMPN 1 Abung Surakarta dilaporkan dalam kondisi memprihatinkan.

Tak hanya plafon kelas yang nyaris ambruk, para siswa bahkan harus menanggung malu karena fasilitas toilet yang kumuh dan tidak memiliki pintu.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi bangunan yang jauh dari kata layak. Plafon di sejumlah ruang kelas tampak jebol dan mengancam keselamatan siswa saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Dinding sekolah pun nampak kusam, mengelupas, hingga menjadi sarang rayap di berbagai sudut.

Keluhan paling menyesakkan datang dari fasilitas sanitasi. Siswa mengaku harus kehilangan privasi saat menggunakan toilet karena kondisinya yang rusak parah tanpa daun pintu.

“Kalau mau ke kamar mandi harus gantian. Teman yang lain jaga di depan, soalnya pintunya rusak dan tidak pernah diperbaiki,” ungkap seorang siswi dengan nada malu, Senin (27/4/2026).

Upaya konfirmasi kepada pihak sekolah tidak membuahkan hasil. Kepala sekolah sedang tidak berada di tempat.

Sementara menurut keterangan sejumlah guru, kepala sekolah bersama bendahara BOS sedang berada di Dinas Pendidikan.

BACA JUGA :  Raih Juara Umum Duta Seni Terbaik, Empat UPTD SD K3S Peusangan Siap Bertanding

Ironisnya, para guru yang ada di lokasi seolah menutup mata dan enggan berkomentar mengenai fasilitas yang rusak tersebut.

“Tanya saja langsung ke kepsek. Bukan tugas kami,” cetus salah satu guru, dengan singkat.

Kondisi ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat: Ke mana alokasi dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) SMPN 1 Abung Surakarta?

Berdasarkan Juknis Kemendikbudristek, dana BOS seharusnya diprioritaskan untuk pemeliharaan sarana dan prasarana (sarpras) sekolah, termasuk perbaikan ringan gedung dan fasilitas sanitasi. Jika kerusakan vital seperti plafon dan toilet dibiarkan bertahun-tahun, publik patut mempertanyakan:

Transparansi: Berapa besar dana BOS tahun 2025/2026 yang diterima dan berapa yang terserap untuk sarpras?

Akuntabilitas: Mengapa perbaikan plafon dan pintu toilet yang merupakan kebutuhan dasar tidak kunjung dieksekusi?

Pengawasan: Di mana fungsi monitoring Dinas Pendidikan Lampung Utara dalam memantau kelayakan fasilitas sekolah ini?

Pendidikan yang layak bukan hanya soal materi pelajaran, tapi juga keamanan dan martabat siswa. Membiarkan siswa belajar di bawah plafon yang nyaris roboh dan toilet tanpa pintu adalah bentuk kelalaian serius yang harus segera diusut tuntas. (Andre)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan