0

CIANJUR, INDONEWS | Dalam upaya mendukung program pemerintah untuk menjadikan Sungai Citarum lebih bersih, Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menggelar kegiatan pengabdian masyarakat (PPM). Kali ini, tim dosen ITB memberikan pelatihan manajemen usaha budidaya ikan dan pengolahan produk berbasis ikan yang ramah lingkungan kepada Kelompok Peternak Ikan (KJA 10) di Waduk Jangari.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para peternak akan pentingnya pengelolaan usaha yang baik dan berkelanjutan. Dengan menerapkan praktik budidaya yang ramah lingkungan, diharapkan limbah dari kegiatan perikanan dapat diminimalkan sehingga tidak mencemari Sungai Citarum.

“Kami ingin memberikan bekal kepada para peternak agar mereka dapat menjalankan usahanya secara efisien dan menguntungkan tanpa merusak lingkungan,” ujar Dr. Mia Rosmiati, salah satu dosen yang terlibat dalam kegiatan ini, Selasa 19 November 2024.

Selain pelatihan manajemen usaha, para peserta juga diberikan pengetahuan mengenai teknik pengolahan produk ikan yang berkualitas dan bernilai tambah. Dengan demikian, diharapkan produk-produk olahan ikan dari Waduk Jangari dapat menembus pasar yang lebih luas.

BACA JUGA :  MTs Madaniyah Benda Kurang Sarana dan Prasarana, Butuh Perhatian Pemerintah

Menurut Mia, kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari program Citarum Harum yang dicanangkan oleh pemerintah pusat dan Pemprov Jabar. ITB berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam upaya pelestarian Sungai Citarum melalui berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.

“Selain memberikan pelatihan, PPM ini juga membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi beban pencemaran di kawasan Sungai Citarum,” ujarnya.

Sebagaimana program pemerintah Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum.

“ITB telah aktif berperan melalui Satgas terpadu Restorasi Citarum Harum yang dibentuk sejak 2018. Pada tahun 2024 Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM, sebelumnya LPPM) kembali meluncurkan program Pengabdian Masyarakat dengan skema penugasan program Pengabdian Masyarakat Citarum Harum (PM Citarum Harum),” ujarnya.

Adapun, tiga sasaran dalam pengabdian ini, yakni; (1) Keberlanjutan sasaran pada desa yang telah dibina sebelumnya di kawasan sungai Citarum, yakni Kampung Tarikolot, (2) Desa lainnya di sekitar kawasan aliran sungai Citarum yaitu Cinangsi dan Waduk Cirata, dan (3) Lokasi lain yang merepresentasikan daerah aliran sungai Citarum.

BACA JUGA :  SITH ITB Perkuat Kelembagaan KTH di KHDTK Hutan Pendidikan Gunung Geulis untuk Dukung Program FOLU Net Sink 2030

Sebagai informasi, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan dengan skema PM Citarum Harum berjudul “Pelatihan Manajemen Usaha Budidaya Ikan Berbasis Lahan yang Ramah Lingkungan”.

Tim pengabdian terdiri dari Dr. Mia Rosmiati, Prof. Gede Suantika, dan dibantu oleh dua orang mahasiswa Magister Biomanajemen serta dua mahasiswa S1 Rekayasa Pertanian.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi beban pencemaran di Sungai Citarum melalui pengelolaan usaha budidaya ikan sampai pengolahan produk berbasis ikan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” tandasnya.

Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para peternak ikan dan masyarakat sekitar mengenai pentingnya manajemen usaha budidaya ikan dan pengolahan produk berbasis ikan yang efisien dan berkelanjutan (ramah lingkungan).

Selain itu, melalui analisis manajemen usaha, diharapkan para peserta dapat memiliki gambaran yang jelas mengenai potensi keuntungan dan risiko yang mungkin dihadapi dalam menjalankan usaha budidaya ikan berbasis lahan dan pengolahan produk berbasis ikan.

Dengan pengelolaan yang baik, diharapkan limbah dari kegiatan budidaya ikan dan pengolahannya dapat diminimalkan, sehingga turut berkontribusi dalam menjaga kualitas air Sungai Citarum.

BACA JUGA :  GN-PK Lampura Minta APH Razia Armada Batubara, Guna Terciptanya Hukum Berwibawa

“Kegiatan pengabdian ini juga diharapkan dapat mendorong terciptanya usaha budidaya ikan dan pengolahannya yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata dalam upaya pemulihan dan pelestarian Sungai Citarum, sejalan dengan visi Program Citarum Harum untuk menciptakan sungai yang bersih, sehat, dan lestari bagi generasi mendatang,” jelas Prof. Gede menambahkan.

You may also like

Comments

Comments are closed.