Jejak Kebaikan yang Tak Pernah Padam
BIREUEN, INDONEWS — Dalam balutan suasana khusyuk, penuh kehangatan iman dan kebersamaan, Haul ke-6 Almarhum H. Saifannur digelar di kediaman almarhum, Desa Paya Meuneng, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Senin (19/1/2026).
Ratusan jamaah dari berbagai gampong hadir, larut dalam doa dan zikir untuk mengenang sosok yang semasa hidupnya dikenal sebagai panutan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), Camat Peusangan, insan pers, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai lapisan.
Kehadiran para undangan mencerminkan besarnya penghormatan dan cinta masyarakat terhadap almarhum.

Haul Ke-6 Almarhum H. Saifannur, Menyatukan Doa dan Kenangan di Paya Meuneng
Sejak pagi hari, masyarakat mulai memadati lokasi acara. Rangkaian haul diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh teungku setempat. Lantunan doa yang mengalun lirih menciptakan suasana haru, seolah menghadirkan kembali kenangan akan ketulusan dan pengabdian Almarhum H. Saifannur semasa hidupnya.
Almarhum dikenal sebagai tokoh masyarakat yang bersahaja, memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan di Kecamatan Peusangan.
Kepeduliannya terhadap umat, kesederhanaan sikap, serta keteguhan dalam menjaga nilai-nilai keislaman menjadikan namanya terpatri kuat di hati masyarakat Bireuen, apalagi Alm pernah menjabat Bupati Bireuen.
Dalam sambutannya, perwakilan keluarga almarhum menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh tamu undangan dan masyarakat yang hadir.
Ia berharap, haul ini menjadi pengingat agar nilai keteladanan almarhum terus hidup dan diwariskan kepada generasi penerus.
“Haul ini bukan sekadar mengenang kepergian, tetapi menjadi ruang untuk merawat ingatan, menumbuhkan keteladanan, dan melanjutkan amal kebaikan yang telah beliau tanamkan,” ungkap perwakilan keluarga.
Sementara itu, perwakilan Forkopimda mengapresiasi terselenggaranya kegiatan haul yang berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhusyukan.
Menurutnya, kegiatan keagamaan semacam ini memiliki peran strategis dalam memperkuat keimanan, persatuan, dan harmoni sosial di tengah masyarakat.
“Orang baik mungkin telah tiada, namun kebaikannya tidak pernah mati. Ia hidup dalam doa-doa yang dipanjatkan dan dalam akhlak yang terus diteladani,” ujarnya.
Haul ke-6 ini menjadi momentum refleksi bersama, bahwa Almarhum H. Saifannur adalah figur yang patut dikenang bukan karena jabatan atau kedudukan, melainkan karena ketulusan pengabdian dan jejak kebaikan yang ia tinggalkan.
Acara ditutup dengan doa bersama agar Almarhum H. Saifannur mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta doa untuk keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bireuen.
“Hidup bukan tentang berapa lama kita ada, tetapi tentang seberapa banyak kebaikan yang kita tinggalkan. Dan almarhum telah menanamnya dengan cinta dan keikhlasan,” demikian pesan hikmah yang mengiringi penutupan haul tersebut.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat hingga selesai. (Hendra)





























Comments