BOGOR, INDONEWS – Guna mendapatkan tindakan lebih lanjut, Safri (43), pasien penderita tumor ganas asal Indramayu yang tinggal di Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor diserahkan kepada perwakilan pekerja sosial Galih Pakuan Kementerian Sosial (Kemensos).
Penyerahan pasien kepada perwakilan Kemensos oleh LSM Penjara dan PSPKC yang dari awal membantu serta mengawal proses penanganan pasien di RSUD Cileungsi.
Penyerahan itu berlangsung di rumah kontrakan Safri, RT 02, RW 04, Desa Limusnunggal dengan disaksikan langsung oleh Ketua RT 02, perwakilan tim kesehatan desa dan karang taruna desa.
“Kami menyerahkan berkas sekaligus pasien kepada perwakilan Kemensos pekerja Sosial Galih Pakuan guna mendapatkan tindakan medis lebih lanjut,” ujar Eka Prasetya, Sekjen LSM Penjara DPC Kabupaten Bogor, Jumat (9/9/2022).
Eka menerangkan, Safri sebelumnya sudah ditangani pihak RSUD Cileungsi. Namun karena membutuhkan tindakan medis lebih serius, terpaksa dirujuk ke rumah sakit yang lebih komplit peralatan medisnya.
“Pasien dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Fatmawati dan yang mendamping proses penanganan kesehatan Safri nanti adalah pekerja sosial, Galih Pakuan dari Kemensos,” katanya.
“Kenapa harus dirujuk ke rumah sakit di Jakarta, sebab berdasarkan informasi yang kami didapat dari pihak RSUD Cileungsi bahwa pihak RSUD Cileungsi mendorong agar Safri bisa mendapatkan perawatan yang ekslusif, dan juga karena keterbatasan peralatan medis di RSUD Cileungsi,” tuturnya.
Di tempat sama, Kelik salah satu perwakilan Galih Pakuan Pekerja Sosial Kemensos, menyampaikan akan terus mengawal proses pengobatan Safri.
“Pasien ini tetap akan kita kawal dalam pengobatannya hingga sembuh,” ucapnya.
Dirinya menjelaskan, pasien ini dari RSUD Cileungsi akan dibawa ke rumah sakit Fatmawati Jakarta dan sudah mendapatkan rujukan dari RSUD Cileungsi.
“Kita belum tahu penangananya seperti apa, akan tetapi kita tetap mengawal dan membantu pasien hingga sembuh,” jelasnya.
Bukan hanya mengawal pasien, pihaknya juga akan memberikan bantuan dana untuk modal usaha istri Safri.
“Kami berharap proses pengobatan pak Safri bisa berjalan lancar hingga sembuh. Dan setelah sembuh pak Safri tidak jadi pemulung lagi, bisa bekerja dan beralih profesi,” tutupnya. (Firm)



























Comments