LAMPUNG UTARA, INDONEWS – Rakyat sudah bosan makan janji. Di Desa Sumber Agung, Kecamatan Abung Timur, istilah “jalan raya” mungkin sudah tidak relevan lagi.
Jalur vital penghubung ke Abung Semuli ini lebih mirip kubangan kerbau yang sengaja dipelihara oleh Pemerintah Daerah Lampung Utara selama puluhan tahun.
Bagi warga setempat, janji perbaikan jalan adalah “lagu lama” yang diputar ulang setiap lima tahun sekali. Begitu suara diraup, aspal yang dijanjikan menguap entah ke mana.
“Kami sudah kenyang dibohongi. Tiap hari kami harus bertaruh nyawa di jalan ini,” cetus Sipun, warga yang sudah mencapai titik nadir kesabarannya, Kamis (5/3/2026).
Dua Musim, Satu Derita
Kondisi jalan ini menyajikan horor yang berbeda setiap musimnya. Musim Hujan: Menjelma menjadi rawa berlumpur yang licin dan siap memakan korban kecelakaan.
Musim Panas: Mengirimkan badai debu yang masuk ke paru-paru warga, seolah-olah kesehatan mereka tidak ada harganya di mata pemerintah.
Dengan mata berkaca-kaca, warga hanya menuntut satu hal sederhana: Hidup layak. Mereka tidak butuh pidato manis, mereka butuh alat berat dan aspal nyata di depan rumah mereka.
Kini publik bertanya: Sampai kapan Pemda Lampura menutup mata? Apakah nunggu ada nyawa melayang lagi baru bergerak, atau memang kursi kekuasaan sudah membuat mereka lupa pada jalan menuju Sumber Agung? (Andre)





























Comments