SUMEDANG, INDONEWS — Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan menggelar Festival Literasi Sumedang 2026 pada 15-17 September 2026.
Kegiatan ini mendorong perpustakaan tidak sekadar menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang belajar, berkarya, meningkatkan kapasitas, hingga memberdayakan masyarakat.
Festival yang mengusung tema “Menjaga Peradaban, Literasi untuk Kesejahteraan” itu berlangsung di Perpustakaan Daerah Kabupaten Sumedang, Jalan Prabu Gajah Agung Nomor 9, Kompleks Pusat Pemerintahan Sumedang.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Sumedang, Hari Tri Santosa mengatakan, festival tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas pemanfaatan perpustakaan sekaligus meningkatkan budaya literasi masyarakat.
“Festival Literasi Sumedang ini bukan hanya untuk mengajak masyarakat gemar membaca, tetapi bagaimana perpustakaan bisa menjadi ruang belajar, berkarya, meningkatkan kapasitas dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Hari.
Menurutnya, pemerintah ingin mengembangkan perpustakaan berbasis inklusi sosial sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan program perpustakaan untuk meningkatkan kemampuan maupun mengembangkan potensi ekonomi.
Festival Literasi Sumedang 2026 melibatkan pelajar, mahasiswa, akademisi, tenaga pendidik, pegiat literasi, komunitas, pelaku UMKM, organisasi perangkat daerah, dan masyarakat umum.
Sejumlah perlombaan turut digelar, di antaranya lomba bertutur tingkat sekolah dasar, lomba resensi buku tingkat SMP dan SMA, lomba video konten literasi, serta lomba perpustakaan desa atau kelurahan terbaik.
Dinas Arsip dan Perpustakaan juga menghadirkan pameran produk Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) dari Perpustakaan Desa Cibeureum Kulon dan Kelurahan Kota Kulon.
Pengunjung juga dapat mengunjungi pameran buku dari Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Jawa Barat serta pameran produk UMKM Kabupaten Sumedang.
Agenda festival semakin beragam dengan gelar wicara dan workshop. Kegiatan tersebut antara lain membahas Best Practice Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, workshop digitalisasi UMKM lokal menuju global bersama Saloka.id, serta seminar generasi muda pencipta peluang bersama Komunitas Pelajar Pengusaha Indonesia.
Festival juga menghadirkan bedah buku dan bincang literasi. Buku yang akan dibahas antara lain Antologi Tutur Ti Lembur, Mereka Besar Karena Membaca, dan Rahasia Magnet Rezeki. Penulis Donny Dhirgantoro juga dijadwalkan hadir dalam agenda bincang literasi.
Pemkab Sumedang turut memperluas cakupan literasi ke berbagai sektor. Inspektorat memberikan edukasi pendidikan antikorupsi, Disdukcapil menghadirkan literasi kependudukan sejak dini, DLHK memberikan literasi pengelolaan sampah, sedangkan DPKP menyampaikan literasi pertanian.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan, layanan perlindungan sosial dari Dinas Sosial, serta mini job fair yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Selain kegiatan edukatif, panitia menyiapkan pentas seni dan hiburan, seperti Tarian Pangbagea, dongeng dan puisi pelajar, teater monolog mahasiswa, Spensa Jazz Project, hingga penampilan Kang DJ.
Hari mengatakan festival tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Sumedang mengoptimalkan pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Bantuan Pengembangan Perpustakaan Daerah Tahun Anggaran 2026.
“Melalui festival ini kami menargetkan peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat dan Tingkat Kegemaran Membaca. Perpustakaan harus mampu menjadi ruang yang mendukung pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Hari.
Ia berharap kegiatan tersebut memperkuat kemitraan antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, pegiat literasi, media, dan masyarakat.
Dengan konsep itu, literasi di Sumedang tidak berhenti pada aktivitas membaca. Pemerintah mendorong literasi berkembang menjadi budaya belajar sepanjang hayat, kemampuan mengolah informasi, menghasilkan karya, membuka peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ***





























Comments