1

JAKARTA, INDONEWS – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama anggota DPR RI Komisi IX, Dr. Hj. Kurniasih Mufidayati, Msi. terus melakukan sosialisasi pencegahan stunting pada anak.

Kali ini, sosialisasi diadakan di Gelanggang Remaja, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (20/08/2022).

Bersama Komisi IX DPR RI sebagai mitra kerja, BKKBN pusat intensif sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana di sejumlah daerah di DKI Jakarta, dengan tema “Karena anak adalah pembawa harapan, dan cegah stunting sejak dalam kandungan”.

Sosialisasi kali ini turut dihadiri Ferlina selaku Subkoordinator Urusan Hubungan Antar Lembaga,  dan Wahida Paheng, Sos., M.Si selaku Direktur Advokasi dan Hubungan Antar Lembaga.

Dalam sambutannya saat membuka sosialisasi, Mufida menerangkan bahaya stunting atau kekurangan gizi pada anak di ruang lingkup masyarakat, dan juga berharap agar dapat melakukan pencegahan stunting pada anak sedini mungkin.

“Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan pencegahan tentang stunting. Saya mengharapkan kepada warga agar dapat memahami apa itu stunting dan apa dampak buruknya terhadap anak yang akan dilahirkan oleh seorang ibu. Pada dasarnya, pencegahamn stunting ini adalah amanah untuk kita semua,” terangnya.

BACA JUGA :  Cikarang Utara Juara Umum MTQ Tingkat Kabupaten Bekasi Ke-56

Selain itu, tutur Mufida anak yang sudah terlanjur menderita stunting harus melakukan perawatan untuk pemberian gizi yang baik dan seterusnya.

“Jadi harus betul-betul tepat sasaran, lalu melakukan pendampingan yang tepat dan benar-benar langsung yang memiliki dampak dari stunting. Seorang wanita yang akan menikah, juga harus mengecek kondisi kesehatan. Kalau dinyatakan sehat semuanya, bisa dilanjutkan. Tapi apabila sebaliknya belum sehat saat diperiksakan, maka tunda dulu pernikahannya,” kata Mufida.

Pada kesempatan sama, Ferlina menjelaskan, stunting menjadi kekhawatiran terbesar bagi pasangan suami istri. Namun dapat dicegah sejak dini.

“Stunting dalam jangka panjang berdampak buruk tidak hanya terhadap pertumbuh kembang anak, tetapi juga terhadap perkembangan emosi yang berakibatkan pada kerugian ekonomi. Stunting bisa dicegah, mulai dari pemenuhan gizi yang baik selama 1.000 hari pertama kehidupan anak hingga menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat,” katanya.

Sementara Wahida Paheng menjelaskan strategi percepatan penurunan stunting yang juga menjadi fokus pemerintah.

“Ada beberapara program prioritas, terdiri dari 5 outline, yaitu 1. Kondisi kependudukan Indonesia, 2. Stunting: konsep, penyebab, dampak dan fakta, 3. nasional percepatan penurunan stunting. 4. Kolaborasi dan sinegitas semua elemen peran perguruan tinggi, dan 5. program inovasi,” katanya.

BACA JUGA :  Atasi Dugaan Ajakan Stayction Pekerja Perempuan, Pemkab Bekasi Ambil Langkah Penting

Kelima outline mengarahkan bagaimana masyarakat, pemerintah dan keluarga melakukan pencegahan stunting.

“Dampak dari stunting itu bertubuh kerdil karena gagal tumbuh pada anak, balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Saya mengapresiasi BKKBN yang sudah bekerja sama. Kami dengan BKKBN sudah memberikan sosialisasi kepada masyarakat bukan hanya di Jakarta, tetapi di seluruh Indonesia,” tuturnya.

“Presiden sudah memberikan tugas tambahan kepada BKKBN, yaitu untuk mengatasi masalah stunting di Indonesia. Angka Stuting di Indonesia saat ini sudah mencapai 24,4% sedangkan angka yang bisa ditolerir oleh PBB 20%, target pemerintah sampai 2024 nanti bisa diturunkan sampai angka 14%. Angka Stunting di Jakarta sudah mencapai 18% dan tiap tahunnya menurun,” tandasnya. (Supri)

You may also like

1 Comment

  1. Every weekend i used to visit this web page, because i want enjoyment,
    since this this site conations really fastidious funny information too.

Comments are closed.

More in Pemerintahan