BIREUEN, INDONEWS | Dalam rangka memeriahkan HUT TNI Ke-79 dan HUT Kabupaten Bireuen Ke-25 sekaligus Peringati Hari Kesehatan Mental se Dunia, Dansubdenpom IM/1- 1 Bireuen, Kapten CPM Andy Setiawan menggelar Festival Asam Kareng khusus emak-emak.
Acara di Halaman Pendopo Bupati Bireuen, Minggu (27/10) itu dibuka Pj. Bupati Bireuen, Jalaluddin S.H.M.M.
Pada kesempatan ini, selaku pimpinan daerah Jalaluddin mengapresiasi panitia penyelenggara Dansubdenpom IM/1-1 Bireuen, Kapten CPM Andy Setiawan dan jajaranya.
“Komunitas The Power Of Emak-emak Bireuen, Meurak Jeumpa Institut telah mempersiapkan segala sesuatunya demi mensuksekan festival budaya Asam Kareng di Kabupaten Bireuen yang kedua ini,” katanya.
Menurutnya, Asam Kareng adalah makanan ciri khas Aceh dan merupakan kuliner indatu yang harus dilestarikan.
“Semoga saja tidak hilang ditelan zaman,” sebut Jalaluddin.
Ia mengucapkan selamat datang kepada para peserta yang mengikuti Festival Asam Kareng.
“Semoga saja dalam berkompetisi tidak ada yang melanggar aturan. Semuanya diharapkan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya. Semoga ajang ini dapat kita jadikan sebagai upaya untuk memperkenalkan budaya warisan Indatu dan kuliner khas Aceh. Semoga acara seperti ini terus berlanjut ke depan, lestarikan budaya, wujudkan karakter bangsa,” ungkap Jalaluddin.
Sementara peserta sendiri berasal dari emak-emak yang ada di 17 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bireuen.
Ketua Panitia, Hendra menjelaskan, Festival Asam Kareng bertujuan untuk melestarikan budaya Indatu, dimana Asam Kareng ini sudah mulai hilang dari peredaran, ini adalah makanan khas masyarakat Aceh.
Di samping itu, Dansubdenpom IM/1-1 Kabupaten Bireuen, Kapten Cpm Andy Setiawan mengatakan, kegiatan ini digelar untuk meningkatkan dan melestarikan budaya dan masakan khas Aceh.
“Selain Festival Asam Kareng, kegiatan dirangkai juga dengan layanan donor darah, dan pelayanan kesehatan jiwa terpadu dari RSUD dr Fauziah Bireuen seperti konsultasi, edukasi, konseling, psikolog, pelayanan konsultasi rehabilitasi napza, dan ketergantungan obat, konsultasi pasangan suami-isteri dan masalah psikoseksual, konsultasi anak dan remaja terhadap game dan gadget handphone,” paparnya. (Hendra)





























Comments