0

JAKARTA, INDONEWS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil sejumlah nama pengusaha, Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor Rieke Iskandar.

Pemanggilan itu terkait kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin.

Diketahui Sekretaris KONI, Rieke dipanggil untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Adapun sejumlah pengusaha yang dipanggil adalah kontraktor yang terlibat dalam mega Proyek Cibinong A Beautiful City.

“(Mereka) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AY (Ade Yasin),” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, dalam keterangannya, Jumat (20/5/2022).

KPK juga memanggil sejumlah saksi lainnya untuk dimintai keterangannya, seperti sopir Tantan Septian, pegawai honorer BPK perwakilan Jawa Barat (Jabar) Muhammad Wijaksana alias Iman, wiraswasta Krisna Candra Januari alias Kris, serta dua mahasiswa atas nama Putri Nur Fajrina dan Genia Kamilia Sufiadi.

Sejumlah petinggi perusahaan juga dipanggil KPK, yakni Direktur Utama PT Kemang Bangun Persada, Sunaryo, Direktur CV Raihan Putra, Jonarudin Syah; serta Direktur PT Sabrina Jaya Abadi, H Sabri.

BACA JUGA :  Edy Mulyadi Jadi Tersangka, DPP LIPPI Apresiasi Langkah Bareskrim Polri

Ade Yasin sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK bersama tujuh orang lainnya dalam kasus dugaan suap.

Ade diduga menyuap empat pegawai BPK perwakilan Jabar sekitar Rp 1,9 miliar agar Pemkab Bogor mendapatkan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) untuk tahun anggaran 2021.

Selain Ade, KPK menetapkan Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Maulana Adam, Kasubdit Kas Daerah BPKAD Ihsan Ayatullah, dan PPK pada Dinas PUPR Rizki Taufik sebagai tersangka pemberi suap.

Sementara tersangka penerima suap yakni empat pegawai BPK perwakilan Jabar, yakni Kasub Auditorat Jabar III Anthon Merdiansyah, Ketua Tim Audit Interim Kabupaten Bogor Arko Mulawan, dan dua orang pemeriksa dari BPK perwakilan Jabar atas nama Hendra Nur Rahmatullah Karwita dan Gerri Ginanjar Trie Rahmatullah. (Firm)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Headline