SUMEDANG, INDONEWS — Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Jatinangor, Sumedang Jawa Barat menyelenggarakan Kuliah Umum dalam rangka Pembekalan Praja Utama Institut Pemerintahan Dalam Negeri Tahun 2026, Kamis (21/5/2026).
Pada acara yang mengusung tema “Desa Sebagai Pilar Pembangunan: Strategi Kepemimpimnan Pemerintahan di Era Transformasi” menghadrikan pemateri atau narasumber Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Republik Indonesia, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd.

Sementara Rektor IPDN-Kemendagri, Dr. Halilul Khairi, M.Si dalam sambutannya menjelaskan, ada tiga kelompok pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diberikan kepada Praja IPDN selama mengenyam pendidikan di IPDN.
“Saya yakin setelah selesai pendidikan di sini, para praja IPDN layak dipromosikan untuk mengisi pemerintahan. Perlu saya sampaikan juga bahwa kami selalu mengembangkan IPDN dengan berbagai perkembangan global,” ungkap Halilu, di hadap Menteri Yandri.
Kepada Praja Utama IPDN, Halilul berpesan agar ketika nanti mereka mengisi bagian di pemerintahan, agar menjadikan referensi sebagai sebuah jembatan ketika mengambil keputusan.
“Referensi adalah pengantar kita untuk mengambil keputusan. Proyek ini adalah solusi terbaik. Maka praja kami dorong untuk mendapatkan referensi sebaik mungkin, baik nasional, lokal, atau permasalahan internasional,” ujarnya.
Di tempat sama, Menteri Yandri Susanto mengaku bangga bisa mengisi kuliah umum bersama IPDN dengan harapan materi yang disampaikan bisa diimplementasikan para praja sehingga bermanfaat bagi bangsa dan negara.

“Saya berpesan agar adik-adik Praja IPDN kelak untuk pulang dan mampu mengurus desa-desa di Indonesia. Sebab, Presiden Indonesia, pak Prabowo pada Asta Cita keenamnya adalah membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” papar Mendes.
Mendes juga mengingatkan kepada praja yang berasal dari desa agar tidak malu menunjukan jati dirinya. Sebab, kata Mendes Yandri, dirinya merupakan orang berasal dari desa yang sanggup mewujudkan cita-cita.
“Sebelum menjadi menteri, saya pernah menjadi Ketua Komisi 8 dan sejumlah jabatan strategis lainnya. Saya harap para praja yang hadir hari ini bisa menjadi orang-orang yang diingat dan mengembah sebuah amanah dengan kuat,” pesan mendes.
Yandri mengatakan, kehadirannya di IPDN dalam mengisi kuliah umum diharapkan menghasilkan sebuah frekuensi yang sama dalam membangun Indonesia dari desa sesai Asta Cita.
“Melalui pak rektor dan keluarga besar IPDN, saya memandang dan berkesimpulan bahwa IPDN adalah sekutu sejati Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan sesuai dengan Asta Cita ke-6 bapak Presiden Prabowo, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemeratan ekonomi sekaligus pemberantasan kemiskinan,” paparnya.
Dorong IPDN Punya Desa Binaan
Menteri Yandi juga mendorong agar IPDN memiliki desa binaan yang dapat membantu tugas-tugas di pemerintahan daerah.
“Kami dari Kementerian Desa mengucapkan terima kasih yang setinggi-tinggi kepada pak Rektor IPDN, pak Halilul beserta seluruh jajaran di IPDN. Tadi kami menyampaikan beberapa pokok penting pikiran kepada praja utama,” kata mendes yang sekaligus menerima penghargaan dari IPDN.
Ia menyebutkan, jumlah desa di Indonesia yakni sekitar 75.266 desa. Maka kehadiran alumni IPDN diyakini bisa berperan bagi desa untuk pembangunan Indonesia.
“Hari ini juga, kami menandatangani MoU, antara Kemendes dengan IPDN. Kami memohon kepada pak rektor agar IPDN ini punya desa binaan untuk mengimplementasikan program-program pemerintah pusat,” tandasnya. (bon)





























Comments