JAKARTA, INDONEWS — Ketua Umum DPP BARA JP, Willem Frans Ansanay, menegaskan bahwa ketahanan energi nasional merupakan salah satu fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Maju.
Menurutnya, pasokan listrik yang stabil sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, dan kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan tersebut sejalan dengan penegasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, terkait persoalan pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah daerah di era kepemimpinan Direksi yang lama.
Menteri Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pemadaman tersebut tidak disebabkan oleh kekurangan pasokan batu bara secara nasional. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak sesuai dengan fakta mengenai ketersediaan energi nasional.
Willem menyatakan bahwa Menteri Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa penyebab utama pemadaman bergilir yang belakangan ramai diperbincangkan adalah adanya kendala teknis operasional pada sejumlah pembangkit listrik.
“Selain itu, faktor maintenance atau pemeliharaan fasilitas pembangkit juga menjadi bagian dari permasalahan yang harus segera ditangani,” kata Willem.
Ia melanjutkan pernyataan Menteri Bahlil, bahwa terdapat tantangan dalam pasokan batu bara kalori menengah, khususnya dengan spesifikasi sekitar 5.200 kalori yang dibutuhkan beberapa pembangkit.
“Namun demikian, kondisi tersebut tidak mengganggu ketersediaan batu bara secara nasional. Pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk memastikan pasokan energi tetap aman dan terjaga,” kata Willem.
Willem Frans Ansanay meneruskan pernyataan Menteri ESDM Bahlil yang menyebutkan jika di era kepemimpinan direksi lama, stok batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Ketersediaan pasokan tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah terus berupaya menjaga keberlanjutan sektor energi nasional.
“Dengan pasokan yang memadai, operasional pembangkit listrik dapat berjalan secara optimal apabila didukung oleh sistem teknis yang baik. Karena itu, perhatian utama saat ini harus difokuskan pada peningkatan keandalan infrastruktur dan manajemen operasional pembangkit,” ujarnya.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya gangguan pasokan listrik yang dapat merugikan masyarakat dan dunia usaha.
Willem Frans Ansanay sebagai Ketum DPP BARA JP juga menyoroti persoalan pemadaman bergilir dan kenaikan tarif token listrik yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat di era kepemimpinan Direksi PLN yang lama.
Menurutnya, berbagai keluhan yang muncul perlu ditindaklanjuti secara serius oleh pihak-pihak yang berwenang. Ia menyatakan adanya dugaan keterlibatan oknum-oknum tertentu era kepemimpinan Direksi yang lama yang berpotensi mengganggu stabilitas sektor ketenagalistrikan nasional.
Oleh sebab itu, seluruh proses pengawasan dan evaluasi harus dilakukan secara transparan serta berdasarkan fakta dan ketentuan hukum yang berlaku. Langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap tata kelola energi nasional.
“DPP BARA JP mengucapkan selamat dan sukses kepada para DIreksi PLN yang baru, yang telah ditetapkan pada RUPS tanggal 18 Juni 2026 di Jakarta. Kepada Direksi PLN yang baru, BARA JP meminta tidak ada lagi kenaikan tarif listrik yang membebankan rakyat dan pemadaman Listrik bergilir,” ungkap Willem.
Ia menuturkan, sebagai bentuk komitmen terhadap kepentingan rakyat, BARA JP juga meminta agar setiap dugaan pelanggaran atau penyalahgunaan kewenangan oleh oknum komisaris ataupun Direksi PLN yang lama jika ada maka wajib diusut tuntas oleh penegak hukum.
“Kepada Dewan Direksi yang baru, diharapkan bekerja profesional dan objektif agar stabilitas pelayanan listrik nasional dapat memberi manfaat bagi kepentingan masyarakat bangsa Indonesia,” tegasnya.
Selain itu, imbuh Willem, DPP BaraJP meminta ketegasan pemerintah dalam penegakan tata kelola kelistrikan yang baik sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional.
Listrik yang andal dan terjangkau akan menjadi pendorong utama pembangunan di berbagai sektor strategis. Dengan demikian, mengamankan listrik nasional bukan hanya soal energi, melainkan juga tentang menjaga pondasi penting menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing. ***





























Comments