0

BIREUEN, INDONEWS | Danramil 10 Pandrah, Lettu Inf. Rusli bersama sejumlah tokoh masyarakat menggelar pertemuan penting untuk membahas agenda temu ramah dengan Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST. Pertemuan berlangsung di Defaree Coffee, tepat di depan Pendopo Bupati, Sabtu malam (5/4/2025).

Isu utama yang menjadi sorotan dalam diskusi tersebut adalah kondisi infrastruktur jembatan di wilayah Pandrah yang dinilai sangat memprihatinkan.

Tiga jembatan yang menjadi fokus pembahasan adalah Jembatan penghubung Desa Bantayan dan Kuta Rusep yang merupakan jalur utama anak sekolah, Jembatan Matang Bangka (Nase Mee) di kawasan Kuala Pandrah yang rusak sejak 2023, serta Jembatan Nase Barat yang hingga kini masih menggunakan batang kelapa sebagai jembatan darurat.

Kerusakan infrastruktur ini tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna, khususnya pelajar yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Oleh karena itu, percepatan pembangunan dianggap mendesak dan perlu menjadi prioritas pemerintah daerah.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari Dinas PU Kabupaten Bireuen, Dinas Pengairan Pandrah, serta sejumlah tokoh penting seperti Munawir (Raja Kala) dari Partai Demokrat, tokoh masyarakat Amiruddin, Jailanani (pensiunan kepala sekolah), dan Marjuki (pensiunan pegawai PDAM Pandrah).

BACA JUGA :  Ratusan Anggota KPA/PA Pidie Hadiri Syukuran dan Santunan Anak Yatim

Lettu Inf. Rusli menegaskan bahwa pertemuan ini adalah bentuk kepedulian nyata terhadap pembangunan daerah. Ia berharap agenda bersama Bupati Bireuen dapat menghasilkan keputusan konkret demi kemajuan Pandrah.

“Semoga pertemuan kami dengan Bupati nantinya berjalan lancar dan membawa hasil yang positif bagi masyarakat Pandrah. Kami hanya ingin yang terbaik untuk wilayah kami,” ujarnya. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.