0

BOGOR, INDONEWSProgram Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto menuai keluhan di wilayah Desa Cisalada, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.

Pada Senin (23/2/2026), bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah di bulan suci Ramadan, sejumlah wali murid penerima manfaat menyampaikan kekecewaan terhadap menu makanan yang disajikan kepada siswa.

Mereka menilai makanan yang diberikan belum sesuai harapan dan belum mencerminkan tujuan program sebagai penunjang pemenuhan gizi anak.

Program ini diketahui merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi peserta didik, dengan nominal anggaran yang disebut-sebut sebesar Rp15.000 per porsi.

Anggaran tersebut dikabarkan terbagi untuk sewa sarana dan prasarana Rp3.000, operasional Rp2.000, serta Rp10.000 untuk biaya makan bergizi.

Namun, salah satu dapur penyedia makanan yang baru beberapa bulan beroperasi di Desa Cisalada diduga menyajikan menu yang dinilai jauh di bawah nominal tersebut atau tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BACA JUGA :  Ketua DPD HIMMA Minta Polisi Penjarakan Oknum Lakukan Pungli BPNT

SI, salah seorang wali murid penerima manfaat, mengaku kecewa setelah memperkirakan nilai makanan yang diterima anaknya.

“Kalau dihitung ulang, mungkin hanya sekitar Rp5.000. Ini jauh dari yang diharapkan,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut bukan hanya mengecewakan, tetapi juga menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi dan pengawasan pelaksanaan program di lapangan.

Keluhan serupa turut disampaikan wali murid lainnya. Mereka berharap program penunjang gizi tersebut benar-benar dijalankan sesuai standar operasional dan anggaran yang telah ditetapkan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan optimal oleh para siswa.

Para orang tua juga meminta pemerintah daerah serta tim satuan tugas terkait segera melakukan evaluasi dan penelusuran apabila ditemukan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program.

Pengawasan yang lebih ketat dinilai penting agar program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan anak-anak sekolah tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola dapur. (Nur)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor